Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Deretan Bisnis Properti Milik Grup Djarum: Mal hingga Kawasan Industri

Kompas.com, 30 Maret 2026, 11:47 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Selain dikenal luas melalui industri rokok dan perbankan, Grup Djarum juga memiliki portofolio bisnis yang kuat di sektor properti.

Melalui sejumlah anak usaha, grup ini terlibat dalam pengembangan kawasan komersial, perhotelan, hingga properti strategis di pusat kota.

Perusahaan-perusahaan di bawah Grup Djarum banyak dikelola melalui perusahaan holding investasi, PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan ini juga menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Daftar Perusahaan Properti Grup Djarum

Salah satu entitas penting di sektor properti milik Grup Djarum adalah PT Cipta Karya Bumi Indah. Perusahaan swasta tersebut memenangkan pengelolaan kawasan Grand Indonesia pada 2004 silam.

Dirangkum dari arsip pemberitaan KOMPAS.com, Grand Indonesia pertama kali dibuka untuk publik pada April 2007.

Baca juga: Siapa Pemilik Tol Semarang-Batang yang Tarifnya Naik Rp 33.000?

Pusat perbelanjaan ini berdiri di atas lahan bekas Hotel Indonesia Intercontinental yang sebelumnya sempat menjadi ikon Jakarta sejak diresmikan pada 5 Agustus 1962 oleh Presiden Soekarno dalam rangka menyambut Asian Games IV.

Proyek pembangunan Grand Indonesia merupakan bagian dari upaya revitalisasi kawasan Hotel Indonesia, yang kemudian dikembangkan menjadi Grand Indonesia Superblock.

Kawasan ini terdiri dari tiga elemen utama, yaitu Grand Indonesia Shopping Town (mal), Hotel Indonesia Kempinski, dan Menara BCA (gedung perkantoran).

Awal Mula Grup Djarum Mengelola Grand Indonesia

Untuk diketahui, di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Menteri BUMN Laksamana Sukardi, BUMN PT Hotel Indonesia Natour menjajaki kontrak kerja sama dengan PT Cipta Karya Bumi Indah, anak usaha properti milik Grup Djarum.

PT Cipta Karya Bumi Indah awalnya menjadi pemenang lelang pengelolaan Hotel Indonesia dan dilaksanakan perjanjian kerja sama dengan PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

Baca juga: Siapa Pemilik Central Park Mall yang Punya Taman Luas di Tengahnya?

Kerja sama dilakukan dengan sistem Built, Operate, and Transfer (BOT) atau membangun, mengelola, dan menyerahkan (bentuk hubungan kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam rangka pembangunan suatu proyek infrastruktur).

Dalam skema perjanjian itu, PT Cipta Karya Bumi Indah membangun empat aset, yakni hotel bintang lima Kempinsky, pusat perbelanjaan Grand Indonesia west mall, east mall, dan fasilitas parkir.

PT Cipta Karya Bumi Indah kemudian melakukan pengembangan dengan mendirikan dua gedung tinggi lainnya, yakni Menara BCA dan Apartemen Kempinski.

Perusahaan Properti Lainnya Grup Djarum

Selain PT Cipta Karya Bumi Indah, Grup Djarum juga menaungi sejumlah perusahaan properti lainnya.

Beberapa di antaranya adalah PT Fajar Surya Perkasa, PT Nagaraja Lestari, PT Inti Karya Bumi Indah, serta PT Graha Padma Internusa.

Grup Djarum melalui PT Dwimuria Investama Andalan juga memperkuat portofolio di sektor properti dan industri dengan mengakuisisi saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Perusahaan ini merupakan pengelola kawasan industri Subang Smartpolitan. Hingga Juli 2025, Dwimuria tercatat memborong saham SSIA senilai ratusan miliar rupiah, menjadikannya investor strategis utama.

Lalu p ada Juli 2025, Dwimuria mengambil alih saham treasuri (buyback) SSIA sebanyak 62,9 juta saham senilai Rp169,4 miliar, meningkatkan kepemilikan saham.

Baca juga: Siapa Pemilik Menara Eiffel dan Pengelolanya Sekarang?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau