Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Melakukan Proning yang Benar untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen

Kompas.com, 5 Juli 2021, 16:05 WIB
Ellyvon Pranita,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pasien yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko tinggi mengalami penurunan saturasi oksigen, dan dapat berakibat fatal yakni kematian.

Untuk mengurangi risiko kematian akibat penurunan saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah, umumnya pasien mencari bantuan dengan penggunaan tabung oksigen.

Tetapi, di tengah kondisi melonjaknya kasus Covid-19 dan menyebabkan banyak rumah sakit di berbagai daerah sudah hampir kolaps, membuat tabung oksigen juga semakin langka dan sulit didapatkan oleh pasien Covid-19 yang membutuhkan.

Baca juga: Isolasi Mandiri, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal pada Pasien Covid-19?

Oleh karena itu, ahli menyarankan untuk belajar melakukan posisi prone atau proning agar dapat membantu meningkatkan kembali saturasi oksigen di dalam tubuh.

Nilai normal saturasi oksigen menunjukkan berapa baik fungsi paru, jantung, dan sistem peredaran darah Anda. 

Kadar oksigen normal adalah berkisar 95 sampai 100 persen. Ini artinya, hampir semua sel darah merah mengangkut oksigen dan tidak ada hambatan dalam sistem peredaran darah. 

Pada beberapa orang dengan penyakit paru kronis biasanya memiliki kadar yang lebih rendah, yaitu sekitar 90 sampai 94 persen. Contoh penyakit paru kronis adalah asma dan emfisema. 

Sedangkan, nilai saturasi di bawah itu yakni 94 ke bawah dikategorikan hipoksia atau kekurangan oksigen. 

Jika Anda mengalami hipoksia, maka Anda harus segera mendapatkan bantuan oksigen untuk tubuh Anda, agar tubuh masih bisa berfungsi dengan baik. 

Cara melakukan proning yang benar

Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi dan Respiratori) di RS Primaya Hospital Karawang, dr Nurhayati SpP(K) membenarkan, bahwa posisi prone atau proning bisa membantu pasien Covid-19 dalam keluhan saturasi oksigen yang menurun.

"Iya benar (Proning) dapat meningkatkan ventilasi paru, meningkatkan perfusi paru, juga volume akhir ekspirasi dan pemerataan volume tidal," kata Nurhayati kepada Kompas.com, Minggu (4/7/2021).

Proning adalah teknik yang terbukti secara medis dapat membantu menambah jumlah oksigen.

Baca juga: Positif Covid-19, Begini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen dari Rumah

Ilustrasi proninghttps://www.mohfw.gov.in/ Ilustrasi proning

Proning ini baik dilakukan oleh pasien Covid-19 yang bergejala ringan maupun sedang, supaya menekan risiko terjadinya perburukan atau gejala yang berat akibat infeksi virus SARS-CoV-2 tersebut did alam tubuh.

Namun, proning ini juga bisa atau dianjurkan kepada pasien Covid-19 yang bergejala berat, untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen yang dialaminya.

Salah satu contoh dari manfaat Proning ini dialami oleh Vidya Devi, perempuan berusia 82 tahun di India. Dengan saturasi oksigen (O2) di bawah 72 persen, ia berhasil menjadi penyintas Covid-19 dengan teknik proning.

Baca juga: Teknik Proning Selamatkan Nyawa Pasien Corona, Begini Penjelasannya

Adapun, berikut beberapa posisi prone atau proning yang benar dan bisa Anda lakukan, tetapi tetap sembari mengecek saturasi oksigen Anda:



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau