Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 27 Juli 2024, 12:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Menurunkan berat badan bisa jadi solusi untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat dan kuat.

Namun, menurunkan berat badan tidak bisa dilakukan sembarangan atau sekadar menahan lapar selama mungkin.

Dibutuhkan cara-cara yang tepat dan sehat agar penurunan berat badan tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan fisik dan mental.

Bagaimana kelaparan memengaruhi tubuh?

Untuk menurunkan berat badan, tubuh perlu mengalami defisit kalori, yang meliputi pengeluaran kalori lebih banyak melalui olahraga atau mengonsumsi lebih sedikit kalori dari makanan.

Namun, defisit kalori yang lebih besar tidak selalu berarti penurunan berat badan.

Meskipun kita mungkin mengalami penurunan berat badan yang signifikan pada awalnya, kita mungkin merasa sulit mempertahankan penurunan berat badan ini dalam jangka panjang.

Baca juga: 3 Tanda Penurunan Berat Badan yang Terlalu Cepat, Bisa Jadi Masalah Kesehatan

Yang lebih bermasalah lagi, jika kita membuat tubuh kita kelaparan, mekanisme bertahan hidup tubuh dapat beradaptasi dengan defisit kalori yang sangat besar. Hal ini dapat mengganggu rencana penurunan berat badan.

Efek kelaparan bagi tubuh

Berikut adalah beberapa dampak yang dialami tubuh jika kelaparan:

  • Metabolisme tubuh melambat

Selama kekurangan kalori jangka panjang, tubuh mulai menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi utama dan otot serta jaringan rangka sebagai sumber energi sekunder.

Seiring berjalannya waktu, tubuh merespons kekurangan kalori dengan mengurangi laju metabolisme istirahat melalui termogenesis adaptif (adaptasi metabolik).

Hal ini membuat tubuh kurang efektif dalam membakar kalori dalam upaya mempertahankan energi sebanyak mungkin.

Sementara itu, penelitian terbaru menunjukkan adaptasi metabolisme akan berkurang jika tubuh tidak lagi mengalami defisit kalori.

Diperkirakan bahwa sebagian besar kenaikan berat badan disebabkan oleh asupan kalori yang berlebihan, yang mungkin disebabkan oleh meningkatnya rasa lapar dan perasaan “bebas” dari kekurangan kalori.

Lebih jauh lagi, laju metabolisme yang melambat dapat membuat kita lebih mudah lelah.

Ini adalah mekanisme strategis yang diterapkan tubuh untuk mencegah kita mengeluarkan terlalu banyak energi. Tubuh juga meningkatkan pelepasan hormon lapar untuk memotivasi kita makan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau