Penulis
KOMPAS.com - Dunia ilmu pengetahuan kembali dikejutkan dengan penemuan spesies baru yang selama ini “tersembunyi” di alam. Para ahli burung (ornitolog) menemukan bahwa Ijima’s leaf warbler (Phylloscopus ijimae) — burung migrasi langka di Jepang — ternyata bukan satu spesies tunggal, melainkan dua spesies yang berbeda.
Penemuan ini tidak hanya penting dari sisi ilmiah, tetapi juga berdampak besar pada upaya konservasi, terutama karena kedua spesies ini memiliki populasi kecil dan rentan.
Ijima’s leaf warbler diketahui berkembang biak di dua gugusan pulau di Jepang, yaitu di Kepulauan Izu di tenggara Honshu, dan Kepulauan Tokara
Kedua wilayah ini terpisah cukup jauh, dengan jarak sekitar 1.000 kilometer. Menariknya, populasi di Tokara baru ditemukan relatif belakangan, yakni pada tahun 1988 di Pulau Nakanoshima.
Sejak saat itu, burung ini juga teramati berkembang biak di beberapa pulau kecil di sekitarnya.
Namun selama puluhan tahun, para peneliti tidak menemukan perbedaan mencolok antara kedua populasi tersebut. Secara fisik, mereka tampak hampir identik.
Perbandingan spesimen museum menunjukkan tidak ada perbedaan jelas pada bulu, hanya sedikit variasi ukuran seperti panjang kepala dan kaki.
Baca juga: Spesies Burung Kicau Baru Ditemukan di Bolivia, Warnanya Hijau Zaitun
Perubahan besar terjadi ketika para ilmuwan mulai menganalisis suara kicauan burung ini.
Penelitian yang dipimpin oleh Per Alström dari Universitas Uppsala menemukan bahwa kicauan dari dua populasi memiliki perbedaan yang konsisten dan terukur. Perbedaan ini cukup kuat untuk membedakan keduanya dengan tingkat akurasi tinggi.
Tak hanya itu, bukti genetik justru menunjukkan perbedaan yang jauh lebih dalam.
“Ini menunjukkan betapa pentingnya metode genetik untuk mengungkap keanekaragaman hayati yang tersembunyi di tengah krisis global saat ini,” ujar Dr. Alström.
Analisis DNA dari ribuan penanda genom mengungkap bahwa perbedaan antara kedua populasi ini setara, bahkan lebih besar, dibandingkan banyak spesies burung yang sudah diakui.
Baca juga: Mengapa Ada Sangat Banyak Jenis Burung di Bumi?
Para peneliti memperkirakan bahwa kedua garis keturunan burung ini telah berpisah sejak 2,8 hingga 3,2 juta tahun lalu.
Meskipun jalur migrasi mereka berpotensi saling bersinggungan, tidak ditemukan adanya aliran gen (gene flow) di antara keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah lama terisolasi secara reproduktif.
“Spesies baru ini cukup sulit dikenali karena secara penampilan tidak berbeda dari Ijima’s leaf warbler,” kata Dr. Alström.