Penulis
“Kami menduga mereka terlihat seperti serigala kecil,” kata Scarsbrook.
Menariknya, gen dari anjing-anjing purba ini masih bertahan hingga kini. Mereka menjadi nenek moyang dari berbagai ras modern seperti German Shepherd dan St. Bernard.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa berbagai budaya manusia purba memiliki hubungan dengan anjing yang mirip, meskipun hidup di wilayah berbeda.
Di Anatolia (Turki modern), manusia tidak hanya mengubur orang mati, tetapi juga anak anjing mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa anjing sudah dianggap memiliki “status sosial” layaknya manusia.
“Ini menunjukkan mereka memiliki semacam ‘personhood’ yang sama,” ujar Scarsbrook.
Di sisi lain, budaya Magdalenian di Eropa Barat memiliki praktik yang lebih kompleks, termasuk ritual kanibalisme dan pengolahan tulang manusia. Menariknya, tulang anjing juga menunjukkan perlakuan simbolis serupa.
“Mereka memperlakukan anjing dengan cara yang sangat simbolis, mirip seperti kita memperlakukan anjing saat ini,” kata Marsh.
Baca juga: Hampir Semua Anjing Modern Masih Menyimpan DNA Serigala, Mana yang Terdekat?
Ketika pertanian mulai berkembang sekitar 12.000 tahun lalu di Timur Tengah, manusia bermigrasi besar-besaran ke Eropa. Migrasi ini bahkan menggantikan hingga 80–90 persen garis keturunan manusia di Eropa.
Namun, hal yang menarik: anjing tidak ikut tergantikan.
“Para petani tidak menggantikan anjing lama, tetapi justru mengintegrasikan mereka ke dalam populasi anjing mereka sendiri,” jelas Bergström.
Ini menunjukkan bahwa anjing sudah begitu penting bagi manusia sehingga tetap dipertahankan, meski terjadi perubahan besar pada populasi manusia.
Baca juga: Mungkinkah Anjing Menjadi Jinak Tanpa Campur Tangan Manusia?
Meski anjing sudah ada di Eropa 14.000 tahun lalu, bukan berarti domestikasi terjadi pada waktu itu. Para ilmuwan percaya proses ini dimulai jauh lebih awal, kemungkinan di luar Eropa.
Krishna Veeramah, ahli genetika populasi, menjelaskan: “Domestikasi adalah proses panjang lintas generasi. Itu tidak bisa terjadi secara tiba-tiba.”
Dengan kata lain, anjing yang kita kenal hari ini adalah hasil dari ribuan tahun evolusi bersama manusia.
Temuan ini bukan hanya soal sejarah anjing, tetapi juga tentang manusia itu sendiri.
“Bayangkan, kita dulu bersaing dengan spesies ini. Sekarang, justru bekerja sama dengan mereka. Itu sangat menarik,” kata Scarsbrook.
Dari penjaga, pemburu, hingga sahabat setia—anjing telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan manusia.
Dan tampaknya, persahabatan itu sudah dimulai jauh lebih lama dari yang pernah kita bayangkan.
Baca juga: Domestikasi Hewan, Begini Sejarah Manusia Punya Peliharaan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang