Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atlet Tenis Meja Disabilitas Asal Maluku Harumkan Nama Indonesia di Ajang Internasional

Kompas.com, 25 Maret 2026, 05:41 WIB
Priska Birahy,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

AMBON, KOMPAS.com - Prestasi membanggakan datang dari dunia olahraga disabilitas. Pemuda asal Dobo, Kabupaten Aru, Provinsi Maluku mengharumkan nama Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025.

Ajang di Kota Korat Nakhon Ratchasima, Thailand berlangsung pada 20 - 26 Januari 2026.

Nama Indonesia diharumkan di cabang olahraga tenis meja dengan memperoleh peringkat kedua pada final ASEAN Para Games melawan tuan rumah, Thailand.

Barce Eynstend Layaba, pria asal Kabupaten Aru, Maluku itu menorehkan prestasi gemilangnya di mata International.

"Beta bersyukur sekali bisa dapat juara 2 kalahkan tuan rumah. Setelah latihan panjang dengan segala keterbatasan, beta mewakili Maluku harumkan nama Negara Indonesia," sebut Layaba kepada Kompascom, Selasa (24/3/2026).

Perjalanan Penuh Pengorbanan

Barce Layaba atau akrab dipanggil Aces itu mengaku perjalanan menjadi juara salah satu even olahraga khusus disabilitias kelas Asia itu penuh pengorbanan.

Alumni Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKPEN) Ambon harus rela meninggalkan usaha makanan Khas Maluku bernama Warung Wetan yang dia dirikan sendiri di Kota Solo, Jawa Tengah.

Selama di perantauan, pria kelahiran Dobo 25 Mei 1996 itu berlatih bersama para atlet terbaik perwakilan 33 provinsi di Indonesia.

Saat latihan menguras sebagian besar waktunya. Alhasil, urusan warung harus ditinggal.

Mau tak mau, magister Musik Grejawi angkatan 2020, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon itu terpaksa menutup warungnya sementara waktu.

Barce Eynstend Layaba, atlet tenis meja disabilitas asal Maluku torehkan prestasi membanggakan mengharumkan nama Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025.Kompas.com/Priska Birahy Barce Eynstend Layaba, atlet tenis meja disabilitas asal Maluku torehkan prestasi membanggakan mengharumkan nama Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2025.

Dia bersama para atlet lainnya menjalai latihan intens 5 bulan di Solo.

Layaba yakin niatnya mengharumkan nama daerah dan bangsa pasti terlaksana dengan konsisten mengikuti program pembinaan national Paralympic committee (NPC) tersebut.

"Beta juga latihan mandiri biar lebih siap. Memang untuk sampai di posisi ini butuh pengorbanan. Segala aspek, keluarga, waktu sampai dana pribadi," jelas peraih medali perak pada even tunggal International Table Tennis Federation (ITTF) World Para Challenger Giza-Mesir, November 2025.

Pertandingan di Mesir merupakan even tunggal.

Tantangan Besar

Aces sengaja mengikutinya dengan dukungan dana pribadi untuk mengejar poin menuju olimpiade pada 2028. Sebelum sampai pada perhelatan besar itu, para atlet perlu menyiapkan poin tanding.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau