Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alex Pereira Bidik Rekor Gila di UFC, Latihan Tanding Bareng Sean Strickland

Kompas.com, 27 Maret 2026, 11:34 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Petarung papan atas asal Brasil, Alex Pereira, tengah mempersiapkan diri untuk mencatatkan tinta emas dalam sejarah seni bela diri campuran dunia.

Mantan penguasa kelas berat ringan ini diketahui tengah menjalani latihan intensif guna menghadapi tantangan besar dalam karier profesionalnya di oktagon.

Ambisi besar Alex Pereira adalah menjadi atlet pertama yang mampu merengkuh gelar juara di tiga divisi berbeda sepanjang sejarah promosi tersebut.

Demi mewujudkan misi yang dianggap hampir mustahil itu, ia menggandeng sosok yang tidak asing lagi bagi para penggemar bela diri sebagai rekan tandingnya.

Persiapan matang dilakukan oleh sang petarung dengan menjalani sesi sparring bersama mantan rivalnya, Sean Strickland.

Baca juga: Hasil UFC 285: Jon Jones Juara Kelas Berat Usai Bekuk Ciryl Gane

Melalui unggahan video di media sosial pada Jumat (27/3/2026), keduanya tampak menunjukkan intensitas tinggi di dalam pusat pelatihan sebagai persiapan menghadapi laga krusial masing-masing di ajang Ultimate Fighting Championship.

Dalam sesi tersebut, tampak momen unik saat Strickland menirukan aksi ikonik Max Holloway dengan menunjuk ke tengah kanvas sebelum keduanya terlibat baku hantam selama 10 detik.

Latihan ini menjadi bagian dari strategi Alex Pereira untuk mengasah ketajamannya sebelum berhadapan dengan Ciryl Gane dalam perebutan sabuk juara kelas berat interim.

Kenangan Pahit Sean Strickland

Baca juga: Jelang UFC 285, Ciryl Gane dan Motivasi di Divisi Kelas Berat UFC

Meski kini telah menjalin hubungan pertemanan, sesi latihan tersebut rupanya membangkitkan ingatan tidak menyenangkan bagi Strickland, yang pernah dipukul KO oleh Pereira pada tahun 2022 silam.

Strickland yang juga sedang bersiap menghadapi Khamzat Chimaev di UFC 328, mengakui betapa berbahayanya kekuatan pukulan dari rekannya tersebut.

"Kami sedang berlatih tanding dan dia membuat aku menurunkan tangan aku. Pada saat itu aku langsung berkata, 'Tidak, kawan. Kita sudah selesai.", katanya.

Strickland bahkan melontarkan candaan mengenai sikap agresif sang mantan juara yang tetap terbawa meski hanya dalam sesi latihan ringan.

Hal ini menunjukkan bahwa mentalitas bertanding yang dimiliki lawan tangguh Ciryl Gane tersebut tidak pernah menurun sedikit pun.

Baca juga: Hasil UFC 270: Francis Ngannou Pertahankan Sabuk Juara Kelas Berat dan Nodai Rekor Ciryl Gane

Misi Menjadi Legenda Tiga Divisi

Jika berhasil menumbangkan lawannya nanti Gedung Putih, Pereira akan mengukuhkan posisinya sebagai legenda hidup dengan koleksi sabuk juara di kelas menengah, berat ringan, dan berat.

Prestasi ini akan menempatkan namanya jauh melampaui petarung lain yang pernah berkompetisi di bawah bendera Ultimate Fighting Championship.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau