Editor
Tahap pertama adalah turunnya Al Quran secara keseluruhan dari Allah SWT ke langit dunia yang dikenal sebagai Baitul Izzah.
Peristiwa ini diyakini terjadi pada malam Lailatul Qadar yang berada di bulan Ramadhan.
Setelah itu, tahap kedua adalah turunnya wahyu secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.
Proses penyampaian wahyu tersebut berlangsung dalam kurun waktu sekitar 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Penyampaian wahyu secara bertahap ini bertujuan agar ajaran Islam dapat dipahami dan diamalkan oleh umat secara perlahan sesuai dengan kondisi masyarakat pada masa itu.
Melalui proses tersebut, Al Quran tidak hanya menjadi kitab suci, tetapi juga menjadi pedoman kehidupan yang membimbing umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan.
Baca juga: Macam-Macam Puasa Wajib bagi Umat Islam Selain Puasa Ramadhan
Umat Islam memperingati malam Nuzulul Quran setiap tanggal 17 Ramadhan dalam kalender Hijriah.
Peringatan ini biasanya dilakukan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, tadarus Al-Quran, khataman Al Quran, hingga ceramah di masjid.
Di Indonesia, malam Nuzulul Quran juga sering menjadi momen untuk memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan.
Pada Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah, waktu peringatan Nuzulul Quran memiliki sedikit perbedaan tanggal.
Perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan antara pemerintah yang diikuti Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi Muhammadiyah.
Jika mengikuti penetapan pemerintah dan NU yang memulai Ramadhan pada 19 Februari 2026, maka tanggal 17 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Dengan demikian, malam Nuzulul Quran dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026 setelah waktu Maghrib.
Sementara itu Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan pada 18 Februari 2026 sehingga tanggal 17 Ramadhan jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam perhitungan tersebut, malam Nuzulul Quran dimulai sejak Kamis malam, 5 Maret 2026.
Baca juga: Sejarah Puasa Umat Terdahulu