Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:16 WIB
Serafica Gischa

Editor

Kondisi ini membuat harga batu bara mudah melonjak ketika terjadi gangguan kecil sekalipun.

Biaya transportasi dan logistik ikut menentukan harga

Harga batu bara tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga biaya distribusi.

Transportasi menjadi salah satu faktor paling berpengaruh terhadap harga batu bara, bahkan memiliki bobot pengaruh tertinggi dibanding faktor lain.

Batu bara harus diangkut melalui jalur kereta, kapal, atau truk dari tambang ke pelabuhan dan pembangkit listrik.

Ketika terjadi kemacetan pelabuhan, keterbatasan kapal, atau kenaikan harga bahan bakar, biaya distribusi meningkat.

Kenaikan biaya ini langsung berdampak pada harga jual batu bara di pasar.

Dalam beberapa kasus, bottleneck transportasi bahkan menyebabkan lonjakan harga karena pasokan tidak bisa dikirim tepat waktu.

Baca juga: Dampak KAA terhadap Politik Global

Kebijakan pemerintah dan regulasi lingkungan ikut mendorong harga

Kebijakan pemerintah juga memiliki peran besar dalam menentukan harga batu bara.

Regulasi seperti pembatasan produksi, penutupan tambang, atau standar lingkungan dapat meningkatkan biaya produksi.

Contohnya, kebijakan pengurangan emisi dan transisi ke energi bersih membuat banyak negara membatasi penggunaan batu bara.

Akibatnya, pasokan berkurang, sementara permintaan belum sepenuhnya beralih ke energi alternatif.

Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan nasional dan pengawasan pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga batu bara.

Selain itu, regulasi lingkungan juga meningkatkan biaya operasional, sehingga harga batu bara ikut naik.

Pengaruh harga energi global dan efek domino pasar

Harga batu bara tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan pasar energi lain seperti minyak dan gas.

Ketika harga minyak atau gas naik, banyak negara beralih ke batu bara sebagai alternatif yang lebih murah.

Perpindahan ini meningkatkan permintaan batu bara dan mendorong harga naik.

Penelitian juga menunjukkan adanya efek “spillover” atau penularan harga dari pasar energi lain ke batu bara.

Sebaliknya, ketika energi lain lebih murah, permintaan batu bara bisa menurun dan harga ikut turun.

Hubungan ini membuat harga batu bara sangat dipengaruhi kondisi energi global.

Baca juga: Ekonomi Global, Tantangan di Masa Pandemi

Krisis global dan konflik geopolitik memperparah kenaikan harga

Peristiwa global seperti pandemi Covid-19, krisis energi, atau perang juga berdampak besar pada harga batu bara.

Gangguan rantai pasok, pembatasan produksi, hingga konflik internasional dapat mengurangi pasokan energi.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau