JAKARTA, KOMPAS.com – Alva N3 hadir sebagai pintu masuk paling terjangkau di lini Alva. Meski menyandang status entry level, motor listrik ini ternyata tidak sekadar murah, tetapi juga menawarkan paket lengkap untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Dari sisi desain, Alva N3 tampil cukup berani. Garis bodinya tegas dengan lekukan tajam yang memberi kesan futuristis dan berbeda dari motor listrik lain yang cenderung membulat.
Secara dimensi dan ergonomi, skutik ini terasa familier seperti motor bensin, sehingga tidak butuh adaptasi lama.
Baca juga: Denza D9 dengan Blade Battery 2.0 Mulai Dijual Akhir Bulan Ini
Test ride Alva N3Namun, desain agresif ini punya kelemahan, yaitu cipratan air saat hujan bisa naik hingga jok belakang, membuat pembonceng kurang nyaman.
Bagasi juga terbatas karena ruangnya terpakai baterai, sehingga tidak muat helm. Untungnya, masih ada kompartemen depan dan gantungan barang untuk menunjang kepraktisan.
Masuk ke fitur, Alva N3 tergolong cukup lengkap untuk kelasnya. Pilihan satu atau dua baterai memberi fleksibilitas, dengan kapasitas masing-masing 1,8 kWh.
Baca juga: Sejumlah Jalan Ditutup Akibat Kunjungan PM Malaysia, Ini Rinciannya
Test ride motor listrik Alva N3Klaim jarak tempuh 140 km untuk dua baterai, namun dalam penggunaan nyata berada di kisaran 110–120 km.
Fitur unggulan seperti Boost Charge memungkinkan pengisian dari 10-50 persen ke 50 persen dalam waktu kurang dari 30 menit, cukup membantu untuk mobilitas harian.
Selain itu, ada konektivitas aplikasi My ALVA untuk memantau baterai dan statistik berkendara, serta fitur keamanan seperti keyless, alarm sensitif, dan CBS.
Baca juga: Jadwal MotoGP Amerika 2026: Latihan Bebas Dimulai Malam Ini
Test ride motor listrik Alva N3Sayangnya, layar LCD kurang terlihat jelas di bawah matahari, tidak ada regenerative braking, dan desain saklar terasa ketinggalan zaman.
Untuk rasa berkendara, Alva N3 menawarkan karakter khas motor listrik yang halus dan senyap. Posisi duduk nyaman, setang mudah dijangkau, dan suspensinya empuk saat melibas jalan rusak. Motor ini juga lincah di kemacetan berkat radius putar sempit.
Tiga mode berkendara—Eco, Urban, dan Sport, memberi pilihan sesuai kebutuhan. Mode Urban paling ideal untuk harian, sementara Sport memberikan tenaga maksimal hingga sekitar 70 Kpj.
Baca juga: Cara Aman Pakai Google Maps agar Tidak Masuk Jalan Sempit
Test ride motor listrik Alva N3Namun, performanya tergolong standar, terutama saat menanjak yang terasa kurang bertenaga jika tidak menggunakan mode yang tepat. Bobot motor juga terasa cukup berat saat didorong dalam kondisi mati.
Dari sisi konsumsi listrik, Alva N3 menunjukkan efisiensi yang sangat menarik. Dalam pengujian rute Bogor–Jakarta–Bogor sejauh hampir 100 km, biaya listriknya hanya sekitar Rp 5.000–Rp 6.000.
Dengan kapasitas total baterai 3,6 kWh dan tarif listrik Rp 1.445 per kWh, angka ini jelas jauh lebih hemat dibanding motor bensin.
Baca juga: Diskon Pertamax Rp15.000 Masih Berlaku: Ini Syaratnya
Test ride motor listrik Alva N3