BAKAUHENI, KOMPAS.com - Jelang malam malam pada H+6 Lebaran, Jumat (27/3/2026), suasana Pelabuhan Bakauheni, Lampung dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Pulau Jawa.
Pantauan Kompas.com pukul 16.00-18.00 WIB, kendaraan roda empat dan roda dua terus berdatangan dari arah Jalan Tol Trans Sumatera dan Jalan Lintas.
Terdapat antrean 10 kendaraan di pintu pemeriksaan tiket atau toll gate Pelabuhan Bakauheni.
Sementara di area buffer zone atau kantong parkir tunggu sudah dipadati oleh kendaraan yang didominasi roda empat atau pribadi. Petugas terus mengatur agar kendaraan tertib secara bergiliran masuk ke dalam kapal yang sandar di 7 dermaga.
Baca juga: H+6 Lebaran, Pelabuhan Bakauheni Lengang dan Tak Ada Antrean Kendaraan
Kepadatan juga terjadi di buffer zone khusus kendaraan roda dua. Area tunggu dipasang tenda sepanjang 500 meter dipenuhi motor dengan barang bawaannya.
Peningkatan jumlah penumpang sendiri diprediksi akan terus terjadi hingga puncak arus balik pada 18-29 Maret 2026.
Sebab, dari data PT ASDP Indonesia Ferry masih ada 394.610 orang atau 43 persen yang belum kembali atau balik ke Pulau Jawa.
Sedangkan kendaraan yng belum balik sebanyak 39 persen atau 79.873 unit baik roda dua, bus, roda empat dan kendaraan logistik.
Baca juga: Pelabuhan Bakauheni Malam Ini Diguyur Hujan, Arus Kendaraan Mulai Melandai
Salah satu penumpang, Ilyas (36) pemudik dari Kalianda, Lampung yang akan kembali ke Cilacap, Jawa Timur mengaku memilih melakukan perjalanan balik hari ini untuk menghindari puncaknya.
"Sengaja pulang hari ini karena Senin sudah mulai masuk kerja, sama takut kejebak pas puncaknya yang diperkirakan besok kan," ujar dia di dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni.
Ilyas mengaku diperjalanan tidak ada hambatan. Justru, ia bersama keluarga menikmati perjalanan dengan lebih banyak istirahat.
"Jalan santai tadi, di rest area berhenti. Nikmati perjalan sebelum kerja lagi, anak masuk sekolah lagi," ucap dia.
Baca juga: Telat Datang Saat Puncak Arus Balik, Tiket Kapal di Pelabuhan Bakauheni Tak Hangus
Sementara itu, Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan, kondisi ini sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik, di mana pergerakan yang sempat tersebar kini mulai terkonsentrasi kembali.
“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya," kata Heru.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang