SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi marah setelah mengetahui sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tidak dimanfaatkan sesuai peruntukannya, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan pantauan Kompas.com, awalnya Eri berniat untuk melakukan kerja bakti bersama sejumlah jajarannya di TPS Rangka, di kawasan Tambakrejo, Simokerto, Surabaya.
Namun, Eri melihat, ada sejumlah gerobak sampah yang diparkir di dalam area TPS tersebut.
Lalu, dia memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto.
“Hari ini, siang ini, enggak ada semua (gerobak sampahnya), enggak ada kayak gini. Aku juga enggak mau sampah menumpuk begini,” kata Eri, di TPS Rangka, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Surati Eri Cahyadi soal DKS, Seniman: Pak Wali Kota Tercinta, Kami Layak Punya Rumah
Kemudian, Eri berpindah lokasi dengan mengecek TPS Simpang Dukuh di Kecamatan Genteng.
Dia melihat, ada gerobak, sampah hingga rongsokan yang berjejer.
“Sekarang ambil semua, ambil semua, panggil truknya, barang rongsokan ditaruh di sini semua, buyar ini. Pokoknya ambil semuanya, TPS kok dibuat rongsokan,” ucapnya.
Selanjutnya, Eri bersama jajarannya melakukan proses pembersihan TPS Simpang Dukuh.
Yakni dengan memindahkan gerobak, rongsokan dan membuang sampah.
Selain itu, petugas DLH Surabaya juga menebang pohon yang ada di sekitar TPS tersebut.
Baca juga: Pasca Lebaran, Eri Cahyadi Imbau Warga Surabaya Antisipasi Urbanisasi
Kemudian, mereka langsung menyirami bekas tumpukan sampah untuk mengurangi bau tidak sedap.
“Pokoknya hari ini, saya enggak mau tahu, harus tertempel di sini jadwal (pembuangan sampah) per RW-nya. Jadi RW ini jam berapa (membuang ke TPS), ini jam berapa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Eri menyebut, tindakannya tersebut untuk menertibkan kembali sistem di seluruh TPS Surabaya.
Mulai dari jam membuang, kebersihan hingga kondisi truk sampahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang