Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Bukan karena AI

Kompas.com, 26 Maret 2026, 07:02 WIB
Marsha Bremanda,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

Sumber BBC

KOMPAS.com - Perusahaan pengembang game Fortnite, Epic Games, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawannya.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Epic Games, Tim Sweeney, melalui pernyataan yang diunggah di situs resmi perusahaan pada Selasa (24/3/2026).

Dalam pernyataannya, Sweeney mengatakan bahwa keputusan PHK ini diambil setelah keterlibatan (engagement) pemain Fortnite terus menurun sejak 2025. 

"Penurunan keterlibatan pemain Fortnite yang dimulai sejak 2025 membuat pengeluaran kami jauh lebih besar dibanding pemasukan," demikian kata Sweeney. 

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan "pemangkasan besar". Dengan begitu, operasional perusahaan bisa terus berjalan. 

Dalam catatan yang dipublikasikan di situs resmi, Sweeney juga mengatakan bahwa gelombang PHK terbaru ini terjadi bersamaan dengan upaya efisiensi perusahaan yang lain.

Upaya tersebut mencakup penghematan biaya hingga lebih dari 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun dari berbagai lini operasional perusahaan.

Langkah tersebut, menurut dia, diharapkan bisa membawa perusahaan kembali ke kondisi yang "lebih stabil", sebagaimana dihimpun KompasTekno dari BBC

Sebelumnya, Epic Games telah menaikkan harga mata uang virtual game Fornite mereka, yaitu V-Buck, sebagai upaya menutup peningkatan biaya operasional.

Namun, langkah tersebut tampaknya belum cukup untuk menahan tekanan keuangan yang dihadapi perusahaan. 

Baca juga: Fortnite Kembali ke Play Store, Sudah Bisa Di-download di Indonesia

Tantangan industri dan internal

Menurut Sweeney, tekanan yang dihadapi Epic tidak hanya berasal dari internal perusahaan, tetapi juga ada tantangan lain terkait kondisi industri game secara global. 

Ia menyebut, pertumbuhan industri yang melambat, daya beli pengguna yang kian melemah, serta meningkatnya persaingan dalam memperebutkan perhatian pengguna dari berbagai media lain.

"Sebagai pelopor di industri, kami telah menghadapi banyak tekanan dalam sebuah perjuangan yang hasilnya masih berada di tahap awal untuk dirasakan, baik bagi kami maupun para developer," kata Sweeney.

Penurunan jumlah pemain sejak 2025 disebut menjadi salah satu alasan Epic Games melakukan efisiensi dan PHK.Getty Images Penurunan jumlah pemain sejak 2025 disebut menjadi salah satu alasan Epic Games melakukan efisiensi dan PHK.
Di sisi lain, Sweeney juga mengakui adanya tantangan "khusus" yang dihadapi internal Epic. Tantangan ini berkaitan dengan upaya menghadirkan pengalaman game Fortnite yang konsisten di setiap musim. 

Selain itu, Epic juga merasa kesulitan karena masih berada pada tahap awal dalam mengembangkan kembali pengalaman bermain di perangkat mobile. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau