Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 1 Mei 2021, 18:30 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Roohome

JAKARTA, KOMPAS.com — Kita tentu merasa kesal dan jijik saat melihat tikus, serangga, kecoak, atau jenis hama lainnya di sekitar rumah. Jika kamu menemukannya di rumah, ini artinya kamu harus segera melakukan sesuatu.

Kehadiran hama merugikan ini tidak hanya akan membuat jijik, tapi juga membawa penyakit. Untuk itu, ada baiknya kamu segera mengusirnya dan mencegahnya agar tak lagi masuk ke rumah

Baca juga: Tips Ampuh Menangkap Tikus yang Sering Berkeliaran di Plafon Rumah

Berikut adalah empat tips yang bisa kamu coba agar hama tak masuk ke rumah seperti dilansir dari Roohome, Sabtu (1/5/20210.

Tutup Pintu dan Jendela

Jika kamu tidak ingin hama memasuki rumah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat. Sebagian besar hama masuk ke rumah melalui ruang kecil yang tersisa di antara pintu dan jendela. 

Baca juga: 6 Hama Serangga yang Sering Menyerang Tanaman dan Cara Membasminya

Ada baiknya kamu memeriksa semua pintu dan jendela di rumah. Jika ada celah sekecil apa pun, tutup dengan bahan yang sesuai. Kamu juga bisa menyumpal celah itu dengan semen atau selembar kain.

Jika kamu sudah menutupnya, segera hubungi pengendali hama profesional agar hama bisa mati dan tidak akan kembali. 

Baca juga: 7 Penyebab Kecoak Muncul Tiba-tiba di Dalam Rumah

Buang Sampah dengan Benar

Jika kamu tidak membuang sampah dengan benar, ini akan mengundang hama masuk ke dalam rumah. Sampah dan tempat sampah akan menarik hama. Untuk itu, disarankan menggunakan kantong yang tepat untuk tempat sampah serta buang sampah jika sudah penuh. 

Jangan terlalu lama menyimpan kantong sampah di tempat sampah rumah. Semakin lama sampah tinggal, semakin banyak bau yang ditimbulkannya dan semakin banyak hama yang tertarik dengan aromanya. 

Baca juga: 5 Cara agar Tikus Tidak Bersarang di Dapur

Selain itu, pastikan menjaga tempat sampah agar tetap bersih karena tempat sampah yang kotor bisa mengundang hama seperti tikus, serangga, dan kecoak

Rawat Taman di Halaman Rumah

Jika kamu memiliki taman di halaman, entah itu taman kecil atau besar, sebaiknya jangan membiarkannya terlantar. Rawat dan potonglah cabang pohon serta daun yang telah tumbuh tinggi di taman. 

Baca juga: 4 Tanaman yang Dapat Mengusir Hama dan Serangga

Menjaga tanaman dalam kondisi bersih itu penting agar tak dijadikan sebagai sarang oleh hama seperti tikus, kecoak, juga serangga. 

Pastikan memotong cabang pohon yang masuk ke rumah dan gunakan batu untuk menjaga agar taman tetap terpisah dari rumah. Tanaman adalah rumah bagi hama. Untuk itu, rawatlah taman dan jagalah kebersihannya. 

Baca juga: 6 Hama yang Sering Merusak Tanaman, Ulat hingga Kutu Daun


Gunakan Pestisida

Cara lain membasmi hama dan menjauhkannya dari rumah adalah menggunakan pestisida. Kamu bisa menyebarkan pestisida ke semua area umah. Jika takut pestisida akan membahayakan kesehatan keluarga atau hewan peliharaan, kamu dapat memilih pestisida organik yang lebih aman.

Ada banyak pestisida yang tersedia di pasaran dan kamu bisa memilih salah satu yang paling sesuai dengan lingkungan rumahmu. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau