Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Mendekor Rumah Bergaya Retro dengan Sentuhan Modern

Kompas.com, 19 September 2021, 20:12 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Desain interior di tahun 70-an tentu memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya, penggunaan karpet pada dinding, furnitur technicolor yang funky, dan pernak pernik berwarna-warni.

Tetapi desain interior tahun 1970-an juga mencakup banyak elemen abadi yang masih digunakan hingga saat ini.

Beberapa tren dekorasi bergaya retro yang masih dipakai hingga sekarang ialah kursi rotan dan skema warna warm tone.

Baca juga: 6 Tips Dekor Kamar Mandi Bergaya Maroko yang Unik dan Eksotis

Bahkan, dalam setahun terakhir, diketahui bahwa pencarian kata kunci rotan dan anyaman di situs online meningkat hingga tiga kali lipat diiringi dengan dekor ruangan lainnya seperti makrame, rajutan.

Namun, jika kamu bosan dengan gaya retro yang itu-itu saja, kamu bisa menambahkan modernitas ke dekor ruangan retro-mu.

Melansir dari Better Homes and Gardens pada Minggu (19/9/2021) berikut ini tips dekor ruangan bergaya retro dengan sentuhan modern.

Baca juga: Unik dan Jadul, Ini 4 Tips Dekor Rumah dengan Tegel Kunci

Gunakan furnitur anyaman atau rotan

Furnitur rotan menggabungkan teknik tenun yang berasal dari zaman kuno. Jenis furnitur ini mulai dikenal luas pada tahun 1960-an hingga 1970-an.

Tampilannya ringan dan santai sehingga banyak diminati hingga kini. Ini adalah bahan furnitur yang sempurna untuk memberikan tekstur, keceriaan, keunikan, di dalam ruangan.

Cobalah menghadirkan rotan atau anyaman melalui furnitur beraksen yang menarik, seperti kursi antik merak atau kursi telur gantung, yang sama-sama populer di tahun 70-an.

Baca juga: 5 Tips Dekor Ruang Tamu Kecil agar Terlihat Lebih Luas dan Nyaman

Aplikasikan tekstur dan layer

Ilustrasi dekor bergaya retroUNSPLASH/ Ryan Ancill Ilustrasi dekor bergaya retro

Tekstur adalah kunci untuk menciptakan tampilan retro. Lapisan bahan seperti makramé, karpet shag, dan kain bouclé bergaya tahun 70-an merupakan salah satu ciri khas dekor ruangan bergaya retro.

Kamu bisa dengan mudah menggabungkan tekstur ini dengan furnitur bergaya kontemporer. Tujuannya adalah untuk "menambahkan sedikit imajinasi retro ke ruang sambil mempertahankan modernitasnya.

Misalnya, letakkan permadani shaggy di depan sofa bergaya 1950-an yang ramping dengan bantal-bantal tassel. Selain itu, hiasan dinding makramé adalah cara lain untuk menambahkan tekstur tanpa berlebihan.

Baca juga: 5 Inspirasi Dekor Kamar Kos Bertema Monokrom

Gabungkan warna-warna hangat

Warna-warna seperti kuning mustard, jingga gosong, dan citrine cerah memberi energi pada rumah tahun 70-an.

Untuk memberikan sentuhan modern pada palet ini, kamu bisa menggunakan warna hijau alpukat, merah terakota, yang dipadukan dengan warna netral hangat untuk skema warna yang terinspirasi tahun 70-an, namun tetap terlihat segar.

Baca juga: 5 Tips Dekor Ruang Tamu Sempit Jadi Aesthetic

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau