Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips Merawat Daun Kuping Gajah agar Tidak Menguning dan Gosong

Kompas.com, 5 November 2021, 13:21 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Tanaman hias anthurium berasal dari bahasa Yunani yakni anthos yang berarti bunga dan oura yang berarti ekor.

Tanaman hias anthurium memiliki sedikitnya 1000 jenis tanaman berbunga dan merupakan genus terbesar kedua di keluarga tanaman aroid. Tanaman jenis ini merupakan tanaman favorit para pecinta tanaman hias. 

Namun, jika tak dirawat dengan baik dan benar, tanaman ini akan berubah kuning, gosong, dan mati. Tentu hal ini tak ingin terjadi pada tanaman anthurium Anda bukan?

Melansir dari kanal Youtube tanam tanam pada Jumat (05/11/2021) berikut ini cara dan tips merawat tanaman anthurium atau kuping gajah agar tidak gosong dan menguning.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Sirih Gading Neon yang Dekoratif

1. Pencahayaan

Tanaman daun kuping gajah ini lebih suka berada di area dengan cahaya terang tapi tidak langsung terkena sinar matahari.

Jika ingin meletakkan tanaman di area outdoor sebaiknya menggunakan paranet 50% agar daunnya tidak gosong.

Akan lebih baik jika tanaman diletakkan di dalam ruangan namun tidak terlalu gelap karena akan menyulitkan tanaman untuk berbunga.

Selain itu, untuk tanaman indoor melakukan penjemuran minimal seminggu sekali selama 20 menit.

Baca juga: Cara Merawat Aglonema Tetap Tumbuh Subur walau Tanpa Akar

2. Penyiraman

Tanaman ini suka kondisi tanah yang tidak terlalu lembab atau becek. Sebaliknya, tanaman ini suka kondisi tanah yang semi kering atau agak kering dibandingkan terlalu becek. Jika terlalu banyak air maka daun akan menguning.

3. Media tanam

Sebaiknya gunakan media tanam porous. Namun, jika menggunakan media tanam racikan atau beli di pasaran agar lebih baik ditambahkan perlite sebanyak 30%.

Hal ini penting agar air tidak terjebak di dalam tanah sehingga tanaman lebih sehat dan tidak cepat menguning.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Mawar agar Tumbuh Subur dan Berbunga Banyak

4. Pemupukan

Disarankan untuk menggunakan osmocote atau slow release fertilizer karena lebih praktis dan pemakaiannya cukup 6 bulan sekali.

Jika ingin menggunakan pupuk organik, bisa memakai pupuk dari kotoran kambing atau sapi yang sudah kering sebanyak satu genggam tangan untuk media tanam berdiameter 20 cm dan diaplikasikan sebulan sekali.

Jika ingin menggunakan pupuk NPK pastikan untuk menaburkan pupuk di pinggiran medianya beberapa butir sebulan sekali.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Kirkii Silver Blue, Kerabat Lidah Mertua

5. Pengendalian hama

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pecinta tanaman anthurium ialah hama yang mengintai.

Tanaman ini banyak disukai oleh hama hewan seperti ulat, siput, thrips, mealy bugs, jamur. Untuk pencegahannya, Anda bisa menggunakan pestisida 15 hari sekali.

Jika tidak memiliki pestisida, Anda bisa membuat campuran pestisida sendiri di rumah dengan campuran tembakau, bawang putih, dan cabai yang sudah digeprek lalu direndam 24 jam dan aplikasikan sebanyak 1-2 minggu sekali.

Jika ada tanaman yang terserang hama, segera pindahkan ke area yang terpisah agar tidak menular ke tanaman sehat lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau