Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 November 2021, 17:05 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Seperti hewan lainnya, kucing membutuhkan jam tidur harian mereka. Tidur yang nyenyak sangat penting untuk kesehatan mereka, sama seperti kita!

Tapi, berapa lama ya kira-kira kucing tidur dala sehari? Melansir dari My Animals pada Kamis (18/11/2021) berikut ini fakta mengenai jam tidur kucing

Baca juga: 5 Tips agar Kucing Tak Terbiasa Menggigit Pemiliknya

Berapa jam tidur terbaik untuk kucing?

Seekor kucing domestik tidur rata-rata 15 atau 16 jam sehari. Jam-jam ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama atau tersebar di beberapa tidur siang.

Seperti yang Anda lihat, ini adalah bagian besar dari hari mereka. Istirahat adalah bagian penting dari kehidupan kucing.

Baca juga: Bolehkah Kucing dan Anjing Diberi Makanan yang Sama?

Lingkungan mempengaruhi jam tidur kucing

Ilustrasi kucing tidur dengan tubuh melingkarUnsplash/Ben Wicks Ilustrasi kucing tidur dengan tubuh melingkar

Salah satu elemen yang mempengaruhi seberapa banyak kucing membutuhkan tidur adalah aktivitasnya di rumah. Seekor kucing yang keluar ke jalan atau memiliki akses ke taman memiliki lebih banyak rangsangan daripada kucing rumahan.

Demikian pula kucing yang hidup dengan kucing lain selalu memiliki teman bermain, begitu juga jika kucing selalu berada di sekitar pemiliknya.

Memiliki teman sepanjang hari, tempat untuk berjalan atau berburu, jendela untuk melihat keluar, pencakar untuk memanjat atau mainan memberi hewan itu aktivitas yang cukup untuk menyebarkan jam tidurnya dan juga beristirahat di malam hari.

Baca juga: Cara Jitu Membuat Kucing yang Pemalu Jadi Betah di Rumah

Mengapa tidur penting untuk kucing?

Tidur adalah kebutuhan dasar setiap hewan, dan dengan tidur mereka mengisi kembali energi yang mereka habiskan sepanjang hari.

Proses ini sangat penting untuk fungsi dan kondisi fisik dan mental yang tepat. Ini juga mempengaruhi perkembangan otak: tidur sangat penting untuk memori dan penguatan pembelajaran.

Baca juga: Alasan Mengapa Kucing Benci Air

Proses tidur kucing

Tutupi sofa dengan handuk atau kain agar kucing tak lagi menggaruk permukaan sofa.Unsplash/Paul Hanaoka Tutupi sofa dengan handuk atau kain agar kucing tak lagi menggaruk permukaan sofa.

Tidur dibagi menjadi beberapa fase yang terjadi secara terus menerus dan bergantian. Dengan kata lain, selama semua tahap tidurnya, seekor binatang dapat bermimpi dan bahkan mengalami mimpi buruk. Berikut fase tidur kucing:

1. Fase non-REM atau tidur nyenyak

Tidur nyenyak adalah saat sebagian besar mimpi terjadi, dan sangat umum melihat kucing mencoba menangkap sesuatu yang imajiner saat mereka tidur.

Selama fase ini, ada puncak sekresi hormon pertumbuhan yang tinggi, jadi sangat penting bagi bayi baru lahir untuk mendapatkan tidur yang cukup pada tahap awal mereka untuk tumbuh.

Baca juga: Studi: Kucing Gunakan Telinga untuk Mengawasi Pemiliknya

2. Fase REM (Rapid Eye Moment)

Fase ini dikenal dengan akronimnya dalam bahasa Inggris dan pada dasarnya adalah saat mata bergerak cepat saat tidur. Dalam fase tidur REM, semua yang dipelajari sejauh ini 'disimpan' dalam memori.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau