Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Bahan yang Tak Boleh Digunakan saat Membuat Pupuk Kompos

Kompas.com, 30 Januari 2022, 18:51 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Kompos merupakan pupuk organik yang bisa dibuat sendiri menggunakan sampah-sampah rumah tangga seperti sayuran dan sisa makanan.

Campuran sampah-sampah tadi akan terurai dan berubah menjadi seperti tanah yang mengandung unsur hara yang baik untuk tanaman.

Meskipun banyak sampah rumah tangga yang bisa dimasukkan ke dalam wadah pembuat kompos, ada beberapa bahan yang sebaiknya tidak kamu sertakan.

Melansir dari Better Homes and Gardens, Minggu (30/1/2022), berikut ini adalah 5 bahan yang harus dihindari saat pembuatan kompos.

Baca juga: Cara Memanfaatkan Limbah Sayuran dan Buah untuk Pupuk Kompos

Potongan daging dan ikan

Daging dan ikan yang membusuk di dalam wadah pembuatan kompos dalam mengundang hama untuk datang. Seperti lalat, rakun dan tikus.

Bahkan jika kamu meletakkannya di tempat yang tertutup, aroma tetap akan keluar dan mengundang makhluk-makhluk lain untuk datang dan mengaduk-aduk wadah komposmu.

Baca juga: Antibau, Ini Tips Membuat Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga

Produk susu, minyak dan lemak

Susu memiliki banyak daya guna, selain menyehatkan tubuh susu juga bisa digunakan membersihkan peralatan dapur.Unsplash/Nikolai Chernichen Susu memiliki banyak daya guna, selain menyehatkan tubuh susu juga bisa digunakan membersihkan peralatan dapur.

Bahan lain yang sebaiknya tidak dicampurkan kedalam wadah kompos adalah produk susu seperti keju, mentega, susu, krim, dan yogurt.

Selain itu menambahkan lemak dan minyak juga harus dihindari. Sama seperti potongan daging, bahan-bahan ini malah menarik untuk binatang lainnya termasuk tikus.

Baca juga: Bahan Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Dijadikan Kompos

Tanaman atau kayu yang menggunakan pengawet dan pestisida

Residu dari bahan kimia yang terdapat di tanaman seperti sayuran dan buah-buahan yang menggunakan pestisida dapat membunuh bakteri bermanfaat saat pengomposan.

Selain itu residu herbisida di kompos juga mempengaruhi kualitas tanaman yang akan diberikan pupuk kompos tersebut. Hal ini juga berlaku untuk kayu yang sudah di cat, pernis dan diawetkan.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kompos dari Rumput Liar untuk Menyuburkan Tanaman

Abu arang

Abu dari pembakaran kayu perapian aman untuk kompos, namun abu dan arang dari bakaran batubara sangat tidak disarankan.

Batu bara dan arang mengandung banyak belerang yang membuat kompos terlalu asam untuk beberapa jenis tanaman. Selain itu briket arang sering diresapi bahan kimia yang bisa membahayakan tanaman.

Baca juga: Cara Membuat Kompos dari Daun Kering untuk Menyuburkan Tanaman

Kotoran hewan peliharaan

Hindari memasukkan kotoran anjing dan kucing dalam tumpukan olahan kompos. Kucing dan anjing dapat membawa parasit dan bakteri di kotoran mereka yang bisa ditularkan ke manusia.

Masalah umum yang ada di kotoran anjing adalah parasit cacing gelang, sedangkan kotoran kucing dapat mengandung parasit penyebab toksoplasma.

Parasit ini sangat berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan cedera serius pada bayi yang belum lahir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau