Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Rumput Liar untuk Menyuburkan Tanaman

Kompas.com, 18 Juli 2021, 17:35 WIB
Lolita Valda Claudia,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian orang menilai bahwa rumput liar hanya merusak keindahan pekarangan rumah.

Bahkan, banyak orang melakukan segala cara untuk menghilangkan rumput-rumput liar yang tumbuh di pekarangan. Padahal, rumput liar bisa dijadikan pupuk kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanaman

Baca juga: Cara Membuat Kompos dari Daun Kering untuk Menyuburkan Tanaman

Selain itu, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan alat-alat yang mudah didapat dan praktis.

Melansir dari kanal YouTube Bali Organik TV , Minggu (18/07/2021), berikut ini cara membuat kompos dari rumput liar.

Baca juga: Cara Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga Tanpa Bau

Keringkan rumput

Ambil rumput liar menggunakan sabit dan biarkan di tanah dan tunggu sampai kering. Biasanya, jika musim kemarau, dibutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk membuat rumput benar-benar kering dan menguning.

Setelah kering, barulah rumput bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos tanaman.

Baca juga: 7 Manfaat Ampas Kopi untuk Aglonema, Jadi Kompos hingga Usir Hama

Cincang rumput

Setelah kering, kumpulkan rumput dan potong atau cincang menjadi ukuran kecil menggunakan pisau atau gunting.

Jika mempunyai alat komposer, akan lebih memudahkan pemotongan rumput kering. Cara ini dilakukan agar lebih mudah hancur saat dekomposisi dan menjadi kompos.

Apabila rumput tidak dicincang, akan memakan waktu lebih lama untuk menjadi kompos.

Baca juga: 11 Benda yang Tidak Boleh Dibuat Kompos, Minyak Jelantah hingga Susu

Dekomposisi atau pembusukkan

Selanjutnya, proses dekomposisi atau pembusukkan, yakni menggunakan bahan-bahan kering untuk membuat pupuk kompos.

Masukkan rumput kering ke kantung plastik, lalu siapkan air dan ember. Semakin banyak rumput kering yang digunakan, semakin banyak pula air yang dibutuhkan.

Baca juga: Mengapa Kompos Berbau Busuk? Ini Penyebab dan Solusinya

Kemudian, masukkan mol nasi basi sebagai dekomposer menggunakan saringan. Takaran yang digunakan ialah per 2,5 liter air dicampurkan 300 mililiter mol nasi basi dan aduk hingga merata.

Setelah itu, masukkan plastik berisi rumput kering ke larutan dekomposer dan tiriskan air. Pastikan tidak ada air yang mengendap di dalam plastik.

Baca juga: Apa Arti Kompos Hijau dan Cokelat? Ini Penjelasannya

Jika rumput mengering, ulangi langkah tersebut beberapa kali hingga rumput menghitam. Umumnya, memakan waktu satu bulan untuk proses dekomposer ini berhasil.

Hasil kompos

Apabila rumput dalam plastik sudah hancur dan menghitam, pupuk kompos sudah jadi dan siap diaplikasikan ke tanaman agar lebih subur dan cepat berbunga atau berbuah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau