Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Kompos Berbau Busuk? Ini Penyebab dan Solusinya

Kompas.com, 29 April 2021, 16:29 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompos merupakan pupuk yang dapat dibuat sendiri menggunakan berbagai limbah dapur yang ada. Namun, terkadang ada beberapa masalah dalam pembuatan kompos, salah satunya tumpukan kompos berbau busuk. Padahal, kompos yang baik mimiliki bau yang sama dengan tanah, bukan bau busuk.

Dilansir dari The Spruce, Kamis (29/4/21), tumpukan kompos yang berbau busuk biasanya disebabkan satu masalah, yaitu anaerobik di tumpukan. Ini bisa disebabkan beberapa hal seperti tumpukan yang basah

Baca juga: Apa Arti Kompos Hijau dan Cokelat? Ini Penjelasannya

Tumpukan basah menjadi salah satu penyebab paling umum dari pupuk kompos yang berbau. Jika tumpukan tetap terlalu basah, mikroba yang bermanfaat memecah tumpukan tidak dapat bekerja dan kompos akan mengeluarkan bau busuk.

Untuk mengatasi tumpukan kompos yang basah, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Simak caranya di bawah ini.  

Baca juga: 5 Masalah Umum dalam Pembuatan Kompos, Bau hingga Berlendir

Balik Tumpukan 

Membalik tumpukan bertujuan memberikan kompos angin, yang akan membantu mengeringkan sebagian dan memberikan oksigen kepada mikroba yang bekerja untuk menghasilkan kompos yang baik. 

Tambahkan Bahan Cokelat 

Bahan cokelat adalah bahan kaya karbon yang ditambahkan dari sisa kebun dan sisa makanan ke tumpukan pupuk kompos dan cenderung lebih kering di alam daripada "sayuran hijau". Beberapa bahan cokelat yang bagus untuk ditambahkan, antara lain jerami, daun kering, atau sobekan koran. 

Baca juga: Benarkah Sampah Dapur Bisa Dijadikan Kompos?

Tutupi Tumpukan Kompos 

Jika masalahnya adalah hujan menyebabkan tumpukan kompos basah kuyup, Anda harus membalikannya, kemudian tambahkan sedikit bahan cokelat serta tutupi dengan terpal untuk mencegah air lebih banyak masuk. Setelah mengering, Anda bisa melepas terpal. 

Tips Menjaga Kompos Tidak Berbau 

Ada beberapa aturan umum untuk pengomposan. Jika mengikutinya, Anda seharusnya tidak memiliki masalah dengan bau. Berikut tips menjaga kompos tidak berbau busuk. 

Baca juga: Simak, Ini Langkah Membuat Kompos Pakai Sisa Bahan Dapur

1. Campur sayuran hijau dan cokelat 

Perbandingan yang baik adalah tiga bagian bahan cokelat dengan satu bagian bahan hijau. Ini akan membantu mencegah tumpukan Anda menjadi basah dan merupakan rasio yang baik untuk mendapatkan aktivitas maksimal dari mikroba pembuat kompos.

2. Potongan kecil lebih baik 

Jika Anda biasa memotong atau merobek bahan-bahan seperti daun dan sisa sayuran, itu akan membantunya lebih cepat rusak dan mengurangi kemungkinan tumpukan Anda berubah menjadi lembap. 

Baca juga: Cara Membuat Pupuk dan Kompos Tanaman dari Teh Celup Bekas

3. Membalikkan 

Beberapa orang secara obsesif membalik kompos setiap beberapa hari. Jika Anda bisa membalik kompos setiap satu atau dua minggu sekali, itu sudah cukup.

Pembalikan dapat menambahkan oksigen ke kompos, yang akan menghasilkan tumpukan yang lebih harum dan produksi kompos lebih cepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau