Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kucing Suka Makan Kertas? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kompas.com, 5 Februari 2022, 19:47 WIB
Lolita Valda Claudia

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com- Salah satu kebiasaan kucing yang umum dilakukan adalah mencakar. Tak hanya perabotan rumah saja, saat melihat tumpukan kertas pun kucing akan tertarik untuk mencakar dan merobeknya.

Setelah merobeknya ke dalam potongan kecil, biasanya kucing akan mulai mengunyah potongan kertas tadi sambil bermain di atasnya. Kebiasaan kucing yang satu ini seringkali membuat pemilik kucing bertanya-tanya.

Melansir dari The Spruce Pets, Sabtu (5/2/2022), meskipun kertas atau produk olahan kertas lainnya tidaklah berbahaya, menelan potongan kertas dalam jumlah banyak juga akan membawa masalah bagi pencernaan bagi kucing.

Baca juga: Jangan Pernah Menarik Ekor Kucing, Ini Bahayanya

Mengapa kucing memakan kertas?

Telur bisa menjadi suplemen yang baik untuk kesehatan kucing.Unsplash/Laura Chouette Telur bisa menjadi suplemen yang baik untuk kesehatan kucing.

Kucing dikenal sebagai hewan dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Seringkali ia menggunakan indera perasa dan penciumannya untuk menghilangkan rasa penasaran dengan mengendus bahkan mengunyah barang-barang.

Meski terlihat aneh, kertas, karton dan tisu adalah hal-hal yang sangat menarik bagi kucing. Beberapa kucing hanya bermain diatasnya, namun juga ada kucing yang merobek bahkan memakannya.

Baca juga: 6 Benda di Pekarangan Rumah yang Berbahaya untuk Kucing

Ada kemungkinan kebiasaan ini didasari dari sifat berburunya yaitu mengoyak dan merobek daging mangsanya.

Pada makhluk hidup seperti manusia, kucing dan anjing, kebiasaan memakan benda bukan makanan yang tidak memiliki kandungan gizi disebut pica.

Makan kertas adalah bentuk sindrom pica yang dialami kucing, berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

Baca juga: 5 Tips Mengatasi Kucing yang Ketakutan Menjadi Percaya Diri

  • Rasa ingin tahu
  • Bosan
  • Menyenangkan (kucing menikmati teksturnya)
  • Tumbuh gigi pada anak kucing
  • Stress dan cemas
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Kondisi medis atau kekurangan nutrisi.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kucing yang Tak Mau Minum

Apakah kertas aman untuk pencernaan kucing?

Ketika kucing menatap kita tanpa berkedip sambil bersembunyi, itu tanda kucing tengah ketakutan.Unsplash/Mikhail Vasilyev Ketika kucing menatap kita tanpa berkedip sambil bersembunyi, itu tanda kucing tengah ketakutan.

Kertas yang tertelan dalam jumlah sedikit tidaklah menyebabkan masalah kesehatan, namun jika kertas yang tertelan dalam jumlah banyak tentu kamu harus waspada.

Kertas terbuat dari serat selulosa dan dapat mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan keracunan.

Resiko terbesar yang bisa dialami kucing adalah obstruksi gastrointestinal (obstruksi GI), yaitu saat gumpalan kertas menyumbat usus sehingga menghalangi makanan.

Baca juga: Perbedaan Sifat Kucing Betina dan Jantan, Apa Saja?

Biasanya kucing akan mencoba memuntahkannya, namun gumpalan kertas yang masih tersangkut di sistem pencernaan tentu menyebabkan penyumbatan dan memerlukan penanganan dokter hewan.

Tanda-tanda awal obstruksi GI adalah muntah, diare, kehilangan nafsu makan, lesu dan perut terlihat kembung.

Sebaiknya segera bawa ke dokter hewan jika kamu mencurigai adanya benda-benda selain makanan yang masuk kedalam perut kucing.

Baca juga: 5 Alasan Kucing Tidak Suka Pintu Tertutup

Cara menghentikan kucing makan kertas

Beberapa cara menghentikan kucing memakan kertas adalah:

  • Menjauhkan kertas dari jangkauan kucing. Simpan kertas, buku, majalah dan koran di dalam laci atau lemari.
  • Berikan mainan atau kegiatan fisik agar kucing tidak mudah bosan.
  • Melatih kucing untuk mengerti perintah tertentu seperti larangan. Jika kucing mengikuti perintah dan menjauhi kertas berilah ia reward berupa snack.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau