Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Tips Memilih Warna Cat Berdasarkan Material yang Ada pada Ruangan

Kompas.com, 1 Maret 2022, 18:52 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memilih warna cat untuk setiap ruangan bukan tugas mudah lantaran ada banyak pilihan warna dan variasi.

Jika tidak tahu harus mulai dari mana, Anda bisa melihat bahan yang ada pada ruangan. Misalnya, untuk material kayu, sebaiknya menggabungkan beberapa warna yang kontras. 

Baca juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding Ruangan Sempit agar Tampak Lebih Luas

Sementara, untuk bahan alami seperti batu, ada baiknya mengandalkan nuansa komplementer.

Dilansir dari Redbook Magazine, Selasa (1/3/2022), berikut beberapa rekomendasi dari desainer interior dalam memilih warna cat berdasarkan material yang ada pada ruangan.  

Kayu ringan dan merah muda

Ilustrasi ruang tamu dengan nuansa warna netral.SHUTTERSTOCK/FOLLOWTHEFLOW Ilustrasi ruang tamu dengan nuansa warna netral.
Jika memiliki lantai kayu, James Farmer, desainer interior yang berbasis di Georgia, merekomendasikan menggunakan kontras yang cukup.

"Untuk warna lebih berani, merah muda dan koral terlihat bagus dengan kayu yang memiliki warna lebih terang," katanya. 

Baca juga: Catat, Warna Cat Dinding Terbaik untuk Kamar Tidur Sempit 

Kayu hangat dan hijau

Sementara itu, untuk kayu hangat dan pinus, cocok dikombinasikan dengan warna hijau sage dan hijau sayuran.  

Kayu gelap dan biru lembut

Farmer menjelaskan, kayu yang lebih gelap seperti kayu pohon ceri dan mahoni cenderung lebih merah dan warna biru lembut terlihat bagus dikombinasikan dengan warna kayu gelap ini. 

Baca juga: 6 Warna Cat Terbaik untuk Ruang Kerja agar Semangat Menurut Feng Shui 

Kayu gelap dan netral

Jika tidak ingin memilih warna biru lembut untuk kombinasi kayu gelap, Farmer menyarankan mengombinasikan dengan warna netral, salah satunya putih.  

Bata dan biru

Desainer Virginia Shazalynn Cavin-Winfrey menyarankan untuk memainkan nuansa komplementer bila ruangan memiliki bahan alami.

"Satu warna tak terduga yang suka saya gunakan adalah biru, ini menciptakan kontras yang bagus dan terasa kurang formal," katanya. 

Baca juga: Pilihan Warna Cat yang Perlu Dihindari untuk Ruang Kerja 

Bata dan hijau

Ilustrasi ruang keluarga dengan hiasan dindingUnsplash/Spacejoy Ilustrasi ruang keluarga dengan hiasan dinding

Pilihan warna cantik lainnya untuk batu bata adalah hijau. Kombinasi ini akan menciptakan nuansa yang lebih lembut. Anda bisa menggunakan warna hijau pastel atau lebih terang untuk menampilkan efek lebih luas. 

Batu dan coklat

Menurut Cavin-Winfrey, untuk mengeluarkan kehangatan dari batu abu-abu, cobalah mengaplikasikan warna coklat. Batu berwarna abu-abu dengan coklat akan memberikan efek lebih hangat. 

Baca juga: Memilih Warna Cat Kamar Anak agar Menyatu dengan Ruangan Lainnya 

Kuningan dan abu-abu

Saat bekerja dengan bahan material kuningan, Cavin-Winfrey lebih menyukai nada yang lebih hangat seperti abu-abu. Ini akan meredam warna terang kuningan dan menjadikan lebih tenang.  

Metalik dan biru tua 

Desainer Keita Turner menemukan bahwa warna cat biru dengan nuansa membumi sangat cocok dengan sentuhan logam yang lebih dingin seperti krom, timah, atau baja tahan karat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau