Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Ras Anjing Asal Asia yang Bisa Dijadikan Hewan Peliharaan

Kompas.com, 1 Maret 2022, 18:14 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Daily Paws

JAKARTA, KOMPAS.com – Ada banyak ras anjing di dunia. Ras anjing ini berasal dari berbagai benua, salah satunya Asia. 

Disadur dari Daily Paws, Selasa (1/3/2022), ada sekitar 15 ras anjing yang berasal dari Asia.

Baca juga: 10 Ras Anjing Kecil yang Senang Dipangku Pemiliknya

Aaron Sams, Director of Research and Development, Scientific Product di Embark Veterinary—perusahaan yang menyediakan informasi genetik untuk pengembang biak anjing dan tes DNA untuk pemilik hewan peliharaan, mengungkapkan, pada 11 ribu tahun silam, ada tiga garis keturunan utama anjing, yakni Eurasia Barat, Asia Timur, dan Arktika. 

“Banyak ras yang dikenal saat ini berasal dari Asia dan Arktika dan asal-usulnya dapat dilacak setidaknya lebih dari 1.000 tahun. Beberapa bahkan sedikit lebih jauh (dari 1.000 tahun),” ujar Sams.

Sebaliknya, sebagian besar ras anjing saat ini diketahui memiliki asal-usul dari Eropa baru terbentuk dalam 200 tahun terakhir. Berikut ini ras anjing yang berasal dari Asia. 

Baca juga: Waktu dan Prosedur Membersihkan Gigi Anjing Peliharaan ke Dokter Hewan

Central Asian shepherd

Ilustrasi anjing - Anjing ras Central Asian Shepherd.SHUTTERSTOCK / Degtyaryov Andrey Ilustrasi anjing - Anjing ras Central Asian Shepherd.

Anjing kuno ini berasal dari Kazakhstan, Afghanistan, Iran, dan Tajikistan modern. Ras anjing Central Asian shepherd dipercaya telah berevolusi sendiri selama lebih dari 5.000 tahun, bukan dikembangbiakkan.

Central Asian shepherd juga dikenal dengan nama Central Asian Alabai, Alabay, atau Ovcharka. Mereka adalah anjing berukuran besar, kuat, berkepribadian tenang, serta setia.

Baca juga: Kenali, Ini 3 Jenis Anjing Pudel Utama di Dunia

Shiba inu

Anjing Shiba inu hampir punah setelah Perang Dunia II. Kabarnya, ras anjing ini sudah ada sejak sekitar 300 Sebelum Masehi (SM).

Shiba inu merupakan salah satu dari enam Nihon Ken, yakni sebuah istilah yang menandakan bahwa seekor anjing dianggap sebagai monumen alam nasional Negeri Sakura.

Shar-Pei

Ilustrasi anjing - Anjing ras Shar-Pei.SHUTTERSTOCK / Grisha Bruev Ilustrasi anjing - Anjing ras Shar-Pei.

Garis keturunan anjing ras Shar-Pei sudah ada sejak abad ke-200 SM. Anjing yang wajahnya memiliki lebih banyak kerutan dari Bulldog ini berasal dari Cina.

Baca juga: Studi Ungkap Anjing Peliharaan Mampu Mengenali Suara Pemiliknya

Japanese chin

Meski namanya Japanese chin, ras anjing ini berasal dari Cina. Sams mengungkapkan, mereka sempat dibawa ke Jepang untuk dijadikan sebagai pendamping para pejabat di negara itu.

Tibetan spaniel

Anjing Tibetan spaniel berasal dari wilayah Himalaya di Tibet. Ras anjing ini sudah menjaga biara Buddha lebih dari 2.000 tahun silam.

Siberian husky

Salah satu ras anjing yang cocok untuk diajak hidup aktif adalah Siberian husky. Para sejarawan percaya, nenek moyang Siberian berasal dari serigala Siberian Taimyr di Siberia Timur Laut, yang berada di Asia Utara. 

Baca juga: Kenali, Ini Bedanya Anjing French Bulldog dan English Bulldog 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau