Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hindari, 4 Warna Cat Ini Bisa Membuat Dinding Ruangan Tampak Kusam

Kompas.com, 4 Maret 2022, 14:36 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki dekorasi yang menarik tak cukup untuk memberikan kesan bersih pada ruangan.

Anda harus memperhatikan area dinding karena dinding yang kotor dapat mengganggu dan membuat tidak nyaman untuk dilihat. Bahkan ruangan yang bersih bisa tampak kotor jika dinding kotor. 

Baca juga: 9 Tips Memilih Warna Cat Berdasarkan Material yang Ada pada Ruangan

Salah satu penyebab dinding ruanga terlihat kotor adalah salah memilih warna cat. Menurut desainer interior dan pakar dekorasi, ada beberapa warna cat yang perlu dihindari karena dapat membuat rumah lebih kotor.

Nah, dilansir dari Real Simple, Jumat (4/3/2022), berikut warna cat yang bisa membuat dinding ruangan tampak kusam. 

Nada bumi

Ilustrasi ruang keluarga dengan hiasan dindingUnsplash/Spacejoy Ilustrasi ruang keluarga dengan hiasan dinding
Menurut Alexis Rodgers, desainer interior dari Home with Alexis, hindari mengecat dinding dengan warna coklat atau kuning. “Warna-warna itu bisa membuat ruangan langsung terlihat suram,” katanya.

Jika Anda harus menggunakan warna-warna itu, sebaiknya menjadikannya sebagai dinding atau menggantinya dengan wallpaper

Baca juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding Ruangan Sempit agar Tampak Lebih Luas 

Warna netral 

Beige adalah warna netral yang populer, tetapi bukan berarti lebih mudah menjaga kebersihannya daripada putih.

Maureen Stevens dari Maureen Stevens Design mengatakan warna yang kotor biasanya keruh dan itu adalah beige yang diredam, terutama ketika menggunakannya pada dinding dan plafon. 

Baca juga: Catat, Warna Cat Dinding Terbaik untuk Kamar Tidur Sempit

Putih 

Lisa Rickert, CEO dan Direktur Kreatif Jolie Home, mengatakan putih adalah pilihan alami untuk dinding interior utama rumah karena memantulkan banyak cahaya serta membuat ruangan tampak bersih dan terbuka.

“Namun, ada beberapa warna putih yang harus dihindari di rumah karena bisa membuat ruangan terlihat kotor,” katanya.

Hindari putih yang memiliki nada kuning atau coklat, kecuali jika menginginkan tampilan vintage.

Menurut Kate Lester dari Kate Lester Interiors, putih dan abu-abu yang dingin adalah warna cat paling menantang untuk tetap segar. 

Baca juga: 6 Warna Cat Terbaik untuk Ruang Kerja agar Semangat Menurut Feng Shui

Ilustrasi ruang keluarga dengan hiasan dindingUnsplash/Spacejoy Ilustrasi ruang keluarga dengan hiasan dinding

“Ini karena sering kali orang memilih putih atau abu-abu yang kurang optimal sehingga area tersebut sudah memiliki rona suram dan menjemukan," ujar Lester. 

Meski begitu, kata Lester, tidak harus menghindari putih sama sekali. Dia percaya itu pilihan yang lebih baik daripada abu-abu. “Agar tetap terasa segar, aplikasikan dengan warna putih yang tidak terlalu dingin atau terlalu hangat. 

Sebagian besar desainer setuju bahwa trik menjaga dinding tetao terlihat bersih adalah menghindari warna apa pun dengan nada sangat dingin atau hangat. Kuncinya, memakukan nada yang seimbang. 

Baca juga: Pilihan Warna Cat yang Perlu Dihindari untuk Ruang Kerja 

Warna-warna terang

Pink pastel, kuning, dan biru bisa membuat pernyataan besar pada ruangan dan merupakan tantangan untuk menjaga dinding tetap bersih. 

Warna-waran terang ini bisa membuat ruangan cerah, tapi juga tampak kotor bila terdapat noda pada dinding lantaran menunjukkan kotoran dengan jelas. 

Menurut Camille Styles, Lifestyle Expert dan EasyCare Paint Brand Ambassador, warna gelap dan berani adalah pilihan tepat, terutama untuk ruangan yang sering diabaikan seperti ruang mencuci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau