Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Pengusir Kecoak yang Bisa Ditanam di Rumah

Kompas.com, 28 Agustus 2024, 08:24 WIB
Lulu Lukyani,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecoak adalah hama yang cukup sulit diatasi. Mereka cepat, tangguh, dan pandai bersembunyi. Serangga ini juga tidak higienis, sehingga harus segera dibasmi dari rumah agar tidak berkembang biak.

Cara mengusir kecoak dengan mudah bisa menggunakan semprotan anti serangga. Namun, ada cara yang lebih alami dan ramah lingkungan, yakni menanam tanaman pengusir kecoak.

Tanaman pengusir kecoak umumnya adalah tanaman yang memiliki aroma menyengat. Aroma tersebut tidak akan mengganggu manusia tetapi bisa membuat kecoak kabur dari rumah. Mengutip Tom's Guide, berikut adalah tanaman pengusir kecoak yang bisa ditanam di dalam rumah.

Baca juga: Cara Membasmi Kecoak di Lemari Dapur

Rosemary

Ilustrasi tanaman rosemary, daun rosemary.SHUTTERSTOCK/ANTIGONI LEKKA Ilustrasi tanaman rosemary, daun rosemary.

Tanaman pertama yang masuk dalam daftar tanaman pengusir kecoak adalah rosemary. Herbal aromatik ini dikenal sebagai bahan tambahan yang lezat untuk berbagai jenis hidangan.

Meskipun aroma rosemary sangat harum untuk masakan, kecoak tidak tahan terhadapnya. Dengan aromanya, rosemary dapat mengusir berbagai serangga, termasuk nyamuk dan semut. Jadi, sangat berguna untuk menanam rosemary di dalam rumah agar hunian bebas kecoak dan serangga lainnya.

Rosemary lebih menyukai kondisi yang cerah dan hangat. Tempat terbaik untuk meletakkannya adalah di ambang jendela yang terkena cahaya. Rosemary membutuhkan tanah yang kering tetapi pemberian air secara teratur tetap diperlukan.

Baca juga: 7 Hal yang Dapat Menarik Kecoak Masuk ke Rumah, Singkirkan Segera!

Daun mint

Daun mint memiliki aroma yang sangat menyegarkan. Tak heran jika tanaman ini menjadi bahan andalan untuk produksi pasta gigi, permen karet, dan permen penyegar napas.

Meski demikian, kecoak tidak berani mendekati tanaman ini. Aroma pekatnya terlalu menyengat bagi kecoak. Bahkan, tanaman mint juga tidak disukai oleh semua hewan pengganggu, termasuk tikus.

Tanaman mint cukup mudah tumbuh, baik di dalam maupun di luar ruangan. Mint bisa tumbuh sangat cepat, sehingga sebaiknya disimpan dalam pot. Jika tidak, mint bisa menjadi tanaman invasif.

Mint akan tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh maupun teduh. Tanahnya juga harus dikeringkan dengan baik sebelum penyiraman agar tidak terlalu basah.

Baca juga: 5 Cara Mengusir Kecoak dari Rumah dengan Bahan Alami

Lavender

Ilustrasi lavenderUnsplash/Joyce Toh Ilustrasi lavender

Lavender adalah wewangian tanaman hias populer yang dikenal memiliki aroma yang sangat harum. Tanaman cantik ini memiliki aroma yang lembut dengan nuansa manis dan bunga.

Meskipun lavender memiliki aroma yang lebih lembut dibandingkan dengan tanaman lain dalam daftar tanaman pengusir kecoak, serangga ini tetap tidak tahan dengannya. Beberapa pot lavender yang ditempatkan dengan baik di sekitar rumah akan mengusir kecoak secara aktif.

Kabar baiknya lagi, lavender cukup mudah untuk dirawat. Lavender adalah tanaman yang tangguh di berbagai kondisi. Namun, tanaman bunga ini lebih menyukai sinar matahari penuh dengan kondisi hangat dan kering.

Baca juga: Cara Membasmi Kecoak dengan Baking Soda

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau