Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 30 November 2024, 09:35 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Deodoran mengandung senyawa alumunium yang aktif bekerja menyumbat setiap saluran keringat pada ketiak. 

Dengan menggunakan deodoran mencegah produksi keringat berlebih pada ketiak sehingga tidak mencapai permukaan kulit sekaligus menghilangkan bau badan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Deodoran pada Pakaian

Namun, penggunaan deodoran dapat meninggalkan noda atau bekas keringat pada pakaian. Noda deodoran ini biasanya berwarna putih dan membuat pakaian terlihat buruk. 

Bahkan noda deodoran dapat membuat frustasi, terutama karena noda cenderung terjadi saat kamu terburu-buru keluar rumah.

Noda deodoran vs noda antiperspiran

Ilustrasi noda deodoran pada pakaian.Shutterstock/New Africa Ilustrasi noda deodoran pada pakaian.
Sebelum membahas cara menghilangkan noda deodoran pada pakaian, penting membedakan antara noda deodoran dan noda keringat.

Jika menggunakan semprotan aerosol, gel roll-on, atau produk apa pun berlabel “tidak terlihat”, kamu biasanya dapat menghindari noda deodoran pada pakaian atau setidaknya noda putih yang muncul pada pakaian gelap.

Namun, bukan berarti kebal terhadap noda keringat. Noda keringat merupakan penyebab noda kuning suram yang terbentuk tepat di bagian dalam ketiak baju atasan berwarna terang.

Noda ini biasanya disebabkan aluminium, bahan yang termasuk dalam bagian antiperspirant pada banyak deodoran dan mengurangi keringat berlebih.

Tentu saja, sebagian keringat masih keluar melalui pori-pori dan garam yang dikandungnya menyebabkan noda kimiawi ketika bercampur dengan aluminium.

Meski noda putih dari deodoran stik sangat mengganggu, ini mudah menghapusnya, terutama jika segera membersihkannya.

Namun, noda keringat yang membekas lebih sulit diatasi, tapi jangan buru-buru membuang baju yang sudah menguning itu. 

Baca juga: Mudah, Cara Membersihkan Noda Deodoran di Baju Putih 

Cara menghilangkan noda deodoran dari kemeja

Mary Gagliardi, ilmuwan internal dan ahli pembersih di Clorox, yang juga dikenal sebagai “Dr. Laundry", mengatakan noda putih pada atasan berwarna gelap mudah dihilangkan.

“Untuk noda tipis deodoran yang menempel di katun atau pakaian berbahan selulosa lainnya (linen, rayon, bambu, dll.) saat Anda berpakaian, sebaiknya sisihkan pakaian tersebut dan pilih pakaian lain untuk dikenakan,” ucap Gagliardi.

“Kecuali jika memiliki cukup waktu, bersihkan noda deodoran dengan sedikit detergen dan biarkan mengering dengan sendirinya.”

Namun, apabila tidak punya waktu memilih pakaian lain untuk dikenakan, cobalah menggosok noda deodoran dengan salah satu barang rumah tangga berikut ini: 

  • Bagian lain dari kain itu sendiri.
  • Kain lembap, spons, atau tisu bayi.
  • Lembar pengering.
  • Sepasang stoking.
  • Bola kapas yang dibasahi alkohol gosok (kecuali jika kainnya halus, tidak perlu membersihkannya dengan alkohol). 

Baca juga: 7 Cara Ampuh Menghilangkan Noda Deodoran di Baju 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau