Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Noda Detergen pada Pakaian dan Cara Menghilangkannya

Kompas.com, 17 Oktober 2024, 17:27 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Detergen dirancang untuk membersihkan pakaian, menghilangkan noda, dan membuat pakaian bebas bau. 

Namun, penggunaan detergen yang salah justru dapat memberikan efek sebaliknya, seperti meninggalkan noda pada pakaian.

Misalnya, muncul kerak-kerak putih setelah mencuci pakaian. Kerak ini tak lain adalah noda detergen. Noda detergen yang menempel pada pakaian bisa sulit dihilangkan, memperburuk tampilan baju, serta menjengkelkan. 

Baca juga: Selain Pakaian, 5 Barang Ini Dapat Dibersihkan dengan Detergen

Penyebab noda detergen pada pakaian

Ilustrasi detergen.Shutterstock/New Africa Ilustrasi detergen.
Kim Romine, ilmuwan perawatan kain di Procter & Gamble--perusahaan internasional yang memproduksi produk kebutuhan sehari-hari di Ohio, Amerika Serikat--mengatakan sisa detergen dapat tertinggal pada pakaian jika tidak membilas pakaian dengan baik saat siklus pencucian.

Cara terbaik mencegah detergen tertinggal adalah memastikan memasukkan takaran detergen ke mesin cuci dengan tepat. 

Selain itu, jika menggunakan detergen cair atau bubuk dan memakai mesin cuci yang memiliki dispenser, gunakan sesuai dengan petunjuk mesin cuci.

Penyebab noda detergen pada pakaian lainnya adalah urutan pencucian yang salah. 

"Taruh detergen di laci dispenser atau bak sebelum menambahkan pakaian. Ini memastikan detergen larut sepenuhnya dan tercampur dengan air cucian untuk menghilangkan residu detergen," kata Romine

Jika mesin cuci tidak memiliki dispenser detergen atau menggunakan kapsul detergen, masukkan detergen ke tabung terlebih dahulu, lalu tambah pakaian. 

Kapsul detergen harus selalu ditambahkan langsung ke tabung, bahkan pada mesin cuci yang memiliki dispenser.

Setelah mengetahui penyebab noda detergen pada pakaian, berikut cara menghilangkan noda detergen dari pakaian dilansir dari Better Homes and Gardens, Kamis (17/10/2024). 

Baca juga: Selain Pakaian, Ini 7 Benda yang Bisa Dibersihkan dengan Detergen

Cara menghilangkan noda detergen dari pakaian setelah mencuci

ilustrasi mencuci pakaian sutra menggunakan tanganShutterstock/mariakray ilustrasi mencuci pakaian sutra menggunakan tangan
Panas dari mesin pengering akan membuat noda detergen semakin menempel pada pakaian. Maka itu, pastikan membilas pakaian dengan benar dan periksa apakah ada noda detergen yang tertinggal sehingga dapat dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikeringkan.

Jika melihat noda detergen pada satu atau dua pakaian saja, bilas detergen dengan air dingin yang mengalir kencang. Kekuatan air akan mendorong detergen keluar dan mengangkat noda detergen.

Kemudian, cukup peras kelebihan air agar pakaian tidak basah kuyup dan masukkan ke mesin pengering bersama pakaian lainnya.

Jika noda detergen muncul pada beberapa barang atau semua cucian, Romine menyarankan menjalankan siklus pembilasan tambahan agar menghilangkan residu detergen. 

Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Digunakan untuk Mencuci Pakaian?  

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau