Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Cuci Panci Panas dengan Air Dingin, Ini Alasannya

Kompas.com, 4 Juni 2025, 21:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com -Banyak dari kita yang tergoda untuk langsung mencuci panci panas setelah memasak demi mempercepat pekerjaan dapur. 

Namun, kebiasaan ini ternyata bisa merusak peralatan masak secara permanen. Selengkapnya, dilansir dari Taste of Home, Rabu (4/6/2025), berikut adalah penjelasan mengenai alasan tidak boleh mencuci panci panas dengan air dingin.

Risiko kejutan termal pada panci

Ilustrasi mencuci panci stainless steel. SHUTTERSTOCK/TIVERYLUCKY Ilustrasi mencuci panci stainless steel.

Ketika panci panas langsung terkena air dingin, terjadi peristiwa yang disebut kejutan termal. Ini adalah kondisi ketika perubahan suhu ekstrem menyebabkan logam pada panci menyusut secara tiba-tiba. 

Baca juga: Cara Ampuh Bersihkan Panci Gosong dengan Soda Kue

Karena sebagian besar panci dan wajan terbuat dari lapisan logam berbeda seperti stainless steel dan aluminium, masing-masing bahan ini bereaksi terhadap suhu secara berbeda.

Jika perubahan suhu berlangsung perlahan, misalnya saat panci didinginkan secara alami, semua lapisan logam akan menyusut secara bersamaan. 

Namun, saat terkena air dingin secara tiba-tiba, bagian-bagian logam bisa menyusut secara tidak merata, menyebabkan panci melengkung, retak, bahkan membuat lapisan antilengket atau enamel mengelupas.

Baca juga: 5 Tanda Panci dan Wajan yang Sudah Tidak Layak Pakai

Merusak kualitas makanan

Alat masak yang melengkung akibat kejutan termal akan sulit digunakan kembali dengan optimal. Permukaannya tidak lagi rata, sehingga panas tidak tersebar merata. 

Minyak pun bisa mengumpul di salah satu sisi, yang berdampak langsung pada proses memasak. Selain itu, untuk kompor induksi atau listrik, panci yang tidak rata bisa jadi tidak berfungsi maksimal.

Kemudian, jika lapisan antilengket atau enamel mulai terkelupas, partikel bahan tersebut bisa ikut tercampur dalam makanan. Ini bukan hanya merusak rasa, tapi juga berisiko bagi kesehatan.

Baca juga: 5 Bahan Dapur untuk Membersihkan Panci Stainless Steel yang Gosong

Jadi, dinginkan panci sebelum dicuci! 

Ilustrasi panci stainless steel. SHUTTERSTOCK/SUBBOTINA ANNA Ilustrasi panci stainless steel.

Agar panci tetap awet dan berfungsi optimal, sebaiknya biarkan panci panas mendingin secara alami di atas kompor, sebelum kamu mencucinya.  

Kamu juga bisa meletakkan panci di atas tatakan tahan panas atau permukaan dapur yang bersih dan kering. Intinya, hindari area yang masih basah agar panci tidak secara tidak sengaja terkena air dingin.

Untuk mempercepat pendinginan, kamu bisa menambahkan sedikit air hangat setelah panci mulai dingin. Namun, ini sebaiknya dilakukan hanya saat panci sudah tidak terlalu panas.

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Kerak Nasi dari Panci dengan Bahan Alami

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau