Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sering Buang Ampas Kopi ke Wastafel, Apa Akibatnya?

Kompas.com, 1 Oktober 2025, 19:14 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Setelah menyeduh kopi, beberapa dari kita biasanya langsung membuang ampasnya ke wastafel. 

Ada yang beranggapan bahwa menuang ampas kopi ke saluran pembuangan bisa membantu membersihkan pipa. Faktanya, kebiasaan ini justru bisa merusak sistem pembuangan air dan menimbulkan biaya perbaikan yang tidak murah.

Mengapa ampas kopi bisa merusak pipa?

Ilustrasi ampas kopi. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi ampas kopi.

Dilansir dari Better Homes and Gardens, Paul Abrams, juru bicara Roto-Rooter Plumbing & Water Cleanup, menjelaskan bahwa ampas kopi cenderung menggumpal ketika basah. 

Ampas kopi yang berat akan saling menempel dan bersatu dengan sisa kotoran lain, seperti lemak, sabun, dan sisa makanan, sehingga membentuk lumpur tebal.

Baca juga: Membakar Ampas Kopi Bisa Basmi Nyamuk, Benarkah?

Seiring waktu, lumpur ini dapat memperlambat aliran air atau bahkan menyebabkan pipa tersumbat sepenuhnya. 

"Diperlukan tekanan air yang cukup besar untuk mendorong gumpalan ampas kopi melewati pipa karena ampas kopi tidak larut dalam air,” jelas Abrams.

Masalah ini akan semakin serius jika kebiasaan menuang ampas kopi ke wastafel dilakukan setiap hari karena ampas akan menempel pada penumpukan organik yang sudah ada sebelumnya dan membentuk sumbatan yang lebih parah.

Cara memanfaatkan ampas kopi 

Ilustrasi ampas kopi.SHUTTERSTOCK/Monthira Ilustrasi ampas kopi.

Daripada dibuang ke wastafel, ampas kopi dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara lain, yang tentunya lebih aman.

Baca juga: Menaruh Ampas Kopi di Kulkas, Apa Manfaatnya?

Berikut adalah beberapa cara aman memanfaatkan ampas kopi:

Jadikan bahan kompos

Ampas kopi kaya akan nitrogen, unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Menambahkan ampas kopi ke kompos membantu memperkaya tanah dan tumpukan kompos. 

Hal ini tidak hanya mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga membantu memberikan nutrisi bagi tanaman di kebun atau pot bunga. 

Meski demikian, tambahkan ampas kopi dalam jumlah yang tepat agar tidak membuat kompos terlalu asam atau lembap.

Baca juga: 4 Area di Kebun yang Tidak Boleh Ditaburkan Ampas Kopi

Bahan pengusir hama

Ampas kopi dapat membantu menjauhkan beberapa serangga dan hama kecil di kebun, meski bahan ini bukan yang paling kuat. Semut dan siput, misalnya, cenderung menghindari ampas kopi. 

Bahan pembersih 

Sifat abrasif ringan dari ampas kopi membuatnya ideal untuk menggosok permukaan yang kotor seperti rak kompor, panci, atau peralatan dapur yang memiliki noda membandel. 

Ampas kopi juga bisa digunakan untuk menghilangkan goresan halus pada kayu atau permukaan yang membutuhkan pembersihan lembut. 

Baca juga: 7 Tanaman Bunga yang Tumbuh Subur dengan Ampas Kopi

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau