Penulis
KOMPAS.com - Tanaman udara atau air plant adalah tanaman tropis yang tumbuh subur tanpa membutuhkan tanah.
Ada beberapa varietas tanaman udara, termasuk tillandsia, xerographica, dan aerium. Tanaman udara sebaiknya dipajang di atas bahan kering atau tempat seperti batu atau kait agar tidak menyerap terlalu banyak air secara tidak sengaja.
Lantaran tidak menggunakan tanah ini, banyak orang yang bingung dan bertanya perlukah menyiram tanaman udara? Bagaimana menyiramnya?
Baca juga: 9 Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Apartemen, Hemat Ruang
Ilustrasi tanaman air plant atau tanaman udara.Tanaman udara umumnya ditemukan di daerah dengan suhu dan kelembapan tinggi. Jika kamu merawatnya di dalam ruangan, perlu mencoba meniru habitat aslinya sehingga mungkin perlu disiram cukup sering, tergantung pada tingkat kelembapan interior rumah.
Frekuensi penyiraman juga bergantung pada metode penyiraman yang kamu gunakan. Penyiraman dengan merendam dapat dilakukan lebih jarang daripada dengan menyemprot karena daun cenderung menyerap lebih banyak air melalui perendaman.
Aturan praktis yang baik adalah menyiram tanaman udara setiap minggu hingga 10 hari.
Disadur dari The Spruce, Kamis (6/11/2025), ada dua cara menyiram tanaman udara, yakni merendam daunnya di dalam air dan menyemprotkannya.
Jika memilih metode perendaman, pastikan membuang kelebihan air dari tanaman setelahnya. Selain itu, penting menghindari akar terlalu basah karena dapat menyebabkan pembusukan dan masalah lainnya.
Baca juga: Jangan Letakkan Tanaman Hias di Dekat Router WiFi, Ini Lokasi Terbaik
Ini adalah metode yang umum digunakan dan memungkinkan tanaman udara menyerap air dalam jumlah cukup. Metode ini meniru hujan deras yang terjadi di iklim tropis tempat tanaman udara ditemukan.
1. Bersihkan bagian tanaman yang mati atau rusak. Gunakan gunting bersih untuk memangkas bagian tanaman yang tidak diinginkan.
2. Rendam daun tanaman dalam mangkuk dangkal berisi air. Gunakan air pegunungan atau air suling atau diamkan air keran selama satu jam agar bahan kimia dapat larut.
3. Diamkan selama beberapa menit, lalu buang kelebihan air dari tanaman udara. Selain itu, dapat meletakkan tanaman udara di atas tisu dapur untuk menyerap kelebihan air.
4. Keringkan tanaman sepenuhnya sebelum mengembalikannya ke tempat semula. Lakukan ini setidaknya selama tiga jam untuk memastikan tanaman terbebas dari kelembapan berlebih.
Baca juga: 4 Cara Membuat Tanaman Lidah Mertua Berbunga
Cara terbaik dan termudah menyiram tanaman udara adalah menggunakan penyemprot kabut. Jika nosel penyemprot memiliki pengaturan berbeda, gunakan penyemprot yang menghasilkan kabut halus alih-alih semprotan jet.