Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanpa Tanah, Begini Cara Menyiram Tanaman Udara agar Tumbuh Subur

Kompas.com, 6 November 2025, 21:53 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Tanaman udara atau air plant adalah tanaman tropis yang tumbuh subur tanpa membutuhkan tanah.

Ada beberapa varietas tanaman udara, termasuk tillandsia, xerographica, dan aerium. Tanaman udara sebaiknya dipajang di atas bahan kering atau tempat seperti batu atau kait agar tidak menyerap terlalu banyak air secara tidak sengaja. 

Lantaran tidak menggunakan tanah ini, banyak orang yang bingung dan bertanya perlukah menyiram tanaman udara? Bagaimana menyiramnya? 

Baca juga: 9 Tanaman Hias yang Cocok Ditanam di Apartemen, Hemat Ruang 

Seberapa sering harus menyiram tanaman udara? 

Ilustrasi tanaman air plant atau tanaman udara.Ilustrasi tanaman air plant. Ilustrasi tanaman air plant atau tanaman udara.

Tanaman udara umumnya ditemukan di daerah dengan suhu dan kelembapan tinggi. Jika kamu merawatnya di dalam ruangan, perlu mencoba meniru habitat aslinya sehingga mungkin perlu disiram cukup sering, tergantung pada tingkat kelembapan interior rumah. 

Frekuensi penyiraman juga bergantung pada metode penyiraman yang kamu gunakan. Penyiraman dengan merendam dapat dilakukan lebih jarang daripada dengan menyemprot karena daun cenderung menyerap lebih banyak air melalui perendaman.

Aturan praktis yang baik adalah menyiram tanaman udara setiap minggu hingga 10 hari. 

Cara menyiram tanaman udara 

Disadur dari The Spruce, Kamis (6/11/2025), ada dua cara menyiram tanaman udara, yakni merendam daunnya di dalam air dan menyemprotkannya.

Jika memilih metode perendaman, pastikan membuang kelebihan air dari tanaman setelahnya. Selain itu, penting menghindari akar terlalu basah karena dapat menyebabkan pembusukan dan masalah lainnya. 

Baca juga: Jangan Letakkan Tanaman Hias di Dekat Router WiFi, Ini Lokasi Terbaik 

  • Metode perendaman

Ini adalah metode yang umum digunakan dan memungkinkan tanaman udara menyerap air dalam jumlah cukup. Metode ini meniru hujan deras yang terjadi di iklim tropis tempat tanaman udara ditemukan.

1. Bersihkan bagian tanaman yang mati atau rusak. Gunakan gunting bersih untuk memangkas bagian tanaman yang tidak diinginkan.

2. Rendam daun tanaman dalam mangkuk dangkal berisi air. Gunakan air pegunungan atau air suling atau diamkan air keran selama satu jam agar bahan kimia dapat larut.

3. Diamkan selama beberapa menit, lalu buang kelebihan air dari tanaman udara. Selain itu, dapat meletakkan tanaman udara di atas tisu dapur untuk menyerap kelebihan air.

4. Keringkan tanaman sepenuhnya sebelum mengembalikannya ke tempat semula. Lakukan ini setidaknya selama tiga jam untuk memastikan tanaman terbebas dari kelembapan berlebih. 

Baca juga: 4 Cara Membuat Tanaman Lidah Mertua Berbunga

  • Metode pengembunan

Cara terbaik dan termudah menyiram tanaman udara adalah menggunakan penyemprot kabut. Jika nosel penyemprot memiliki pengaturan berbeda, gunakan penyemprot yang menghasilkan kabut halus alih-alih semprotan jet.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau