Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Menangani Hewan Peliharaan yang Stres Setelah Bencana Alam

Kompas.com, 9 Desember 2025, 19:13 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Bencana alam tidak hanya memberikan dampak pada manusia, tetapi juga dapat meninggalkan trauma mendalam pada hewan peliharaan. 

Suara keras, getaran, hingga perubahan lingkungan dapat membuat hewan peliharaan mengalami stres berat setelah bencana terjadi. 

Oleh karena itu, penanganan yang tepat terhadap hewan peliharaan yang mengalami stres setelah bencana menjadi langkah penting untuk membantu hewan kesayangan pulih secara emosional.

Tanda-tanda stres pada hewan peliharaan 

Hewan peliharaan yang mengalami bencana alam sering menunjukkan tanda-tanda stres atau trauma melalui perubahan perilaku. 

Baca juga: Tak Cuma Manusia, Hewan Peliharaan Kini Punya Tabungan Sendiri

Menurut drh. Lavinta Viena, dokter hewan sekaligus co-founder Vet Furries House Call Vet, hewan peliharaan yang stres cenderung lebih sering menyendiri, bersembunyi, mengeong atau menggonggong secara berlebihan, membersihkan diri secara berlebihan, buang kotoran di tempat yang tidak semestinya, serta menjadi lebih sensitif dan mudah marah.

"Nafsu makan juga menurun hingga tidak mau makan," kata drh. Lavinta kepada Kompas.com, Selasa (9/12/2025).

Jika stres yang dialami hewan sudah tergolong berat, perubahan perilakunya akan terlihat semakin ekstrem.

"Stres berat biasanya ditandai dengan perubahan perilaku yang ekstrem dan sudah menyebabkan penurunan atau kehilangan nafsu makan yang signifikan," paparnya.

Baca juga: 7 Tanaman Beracun untuk Anak-anak dan Hewan Peliharaan, Jauhkan

"Kondisi ini dapat berakibat pada penurunan berat badan dan kelemahan fisik, sehingga memerlukan penanganan profesional," imbuh drh. Lavinta.

Cara menangani hewan peliharaan yang stres setelah bencana alam 

Waktu pemulihan pada hewan peliharaan yang mengalami stres tidak bisa ditentukan secara pasti karena tiap individu hewan bisa berbeda. 

"Masa trauma akan sangat bervariasi, bergantung tingkat keparahan kejadian, jenis spesies, dan dukungan lingkungan yang diterima," kata drh. Lavinta.

Untuk membantu hewan peliharaan pulih dari trauma yang dialami, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan pemilik:

Baca juga: Bolehkah Hewan Peliharaan Tidur di Kasur Pemiliknya? Ini Kata Ahli

Berikan makanan yang bernutrisi 

Memberikan makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan hewan sangat penting.

Dalam beberapa kasus, suplemen khusus seperti penambah daya tahan tubuh dapat diberikan karena stres dapat menurunkan sistem imun hewan.

Ciptakan zona aman

Sediakan tempat istirahat yang tenang dan nyaman agar hewan dapat bebas melakukan aktivitas alaminya, seperti makan, minum, atau bersembunyi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau