Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Barang yang Harus Disingkirkan dari Dapur Segera

Kompas.com, 23 Desember 2025, 07:57 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Membersihkan barang-barang yang terlupakan, kedaluwarsa, tidak sesuai, atau rusak memungkinkan kamu mengoptimalkan penyimpanan dapur.

Hal ini juga memungkinkan kamu membersihkan rak dan laci lemari yang kosong secara menyeluruh sebelum mengisinya kembali dengan barang-barang baru.

Disadur dari Better Homes and Gardens, Selasa (23/12/2025), beberapa barang yang harus disingkirkan dari dapur segera.  

Baca juga: 4 Kesalahan Desain Meja Dapur yang Sebaiknya Dihindari, Ganggu Memasak

Minyak goreng

Ilustrasi minyak goreng.FREEPIK/JCOMP Ilustrasi minyak goreng.
Singkirkan semua minyak goreng dari rak lemari, periksa tanggal kedaluwarsa, buka tutupnya untuk memeriksa apakah lehernya tidak retak dan cicipi minyak tersebut untuk memastikan masih layak pakai.

Buang botol yang retak, minyak yang tengik, dan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. "Tidak peduli seberapa hati-hati tutup botol dikencangkan, minyak cenderung bocor," kata ahli kebersihan Mary Findley.

Dia menyarankan  membersihkan botol yang akan disimpan dan mencuci rak dengan air sabun sebelum mengembalikan minyak ke tempatnya.

Bumbu dapur yang sudah kedaluwarsa

Selanjutnya, barang yang harus disingkirkan dari dapur segera adalah bumbu dapur yang sudah kedaluwarsa. 

Bumbu dapur memiliki tanggal kedaluwarsa, jadi sebaiknya memeriksa beberapa kali setiap tahun untuk memastikan bumbu yang ditaburkan berada pada puncak rasa terbaiknya.

Tidak menemukan tanggal kedaluwarsa? Jepit herba atau bumbu di antara jari-jari kamu. Jika aromanya sudah hilang, berarti sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Findley menyarankan membuang bumbu kedaluwarsa ke rak bumbu, membersihkan dan mengeringkan stoples, dan mengisinya kembali dengan herba dan bumbu organik yang dibeli dalam jumlah besar.

Kamu akan menghemat uang, menikmati bumbu yang lebih enak, dan mengurangi sampah di tempat pembuangan akhir. 

Baca juga: 5 Hal yang Membuat Dapur Tampak Lebih Kecil Menurut Desainer Interior

Wadah plastik

Ilustrasi wadah makanan plastik.SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOT Ilustrasi wadah makanan plastik.
Rapikan tumpukan wadah plastik yang berantakan untuk membebaskan ruang lemari dan membuat operasi penyimpanan berjalan lebih lancar.

Pelatih kebersihan Leslie Reichert menyarankan mengeluarkan semua wadah plastik, mencocokkan tutup dengan wadahnya, dan membuang komponen yang tidak cocok.

Selanjutnya, buang wadah plastik berlabel 3, 6, atau 7, yang terbuat dari plastik berbahaya. Simpan wadah plastik dengan kode 1, 2, 4, atau 5, yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan.

Terakhir, susun wadah plastik berdasarkan ukuran untuk melihat isinya. Simpan hanya wadah yang kamu butuhkan dan kemungkinan akan digunakan. 

Baca juga: 6 Warna Cat yang Dapat Membuat Dapur Kecil Terlihat Lebih Luas 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau