Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk untuk Bunga Potong agar Lebih Tahan Lama

Kompas.com, 24 Januari 2026, 20:22 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Buket bunga sering kali menjadi pemanis ruangan sekaligus hadiah yang berkesan.

Namun, tidak jarang bunga potong layu lebih cepat dari yang diharapkan, meski sudah dirawat dengan memotong batang dan mengganti air secara rutin.

Salah satu cara sederhana untuk memperpanjang kesegaran bunga potong adalah dengan menambahkan pupuk bunga (flower food) ke dalam vas.

Menariknya, pupuk bunga tidak selalu harus dibeli. Kamu bisa membuatnya sendiri di rumah dengan bahan-bahan sederhana.

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Tetap Subur Tanpa Banyak Pupuk

Apakah pupuk bunga efektif?

Pakar tanaman dari The Sill, Paris Lalicata, menjelaskan bahwa pupuk bunga memang berperan penting dalam menjaga kesegaran bunga potong.

“Pupuk bunga membantu meningkatkan penyerapan air karena kandungan gulanya memberikan energi bagi bunga. Hal ini mendorong bunga untuk ‘minum’ lebih banyak,” kata Lalicata, dikutip dari Real Simple.

Selain itu, pupuk bunga juga membantu menekan pertumbuhan bakteri di dalam air vas.

Jika dibiarkan, bakteri dapat menghambat penyerapan air dan mempercepat proses pembusukan.

Nutrisi yang tepat, kata Lalicata, dapat membuat bunga tetap segar dan tampil cerah lebih lama.

Baca juga: Kulit Pisang Tidak Boleh Dijadikan Pupuk Tanaman, Ini Alasannya

Kandungan pupuk bunga

Secara umum, pupuk bunga kemasan mengandung campuran beberapa bahan, seperti gula, asam sitrat, zat antibakteri, bahan pengikat mineral, dan zat pengasam.

Akan tetapi, jika tidak tersedia, pupuk bunga juga bisa dibuat dengan bahan rumah tangga, seperti campuran air, gula, dan sedikit air lemon atau pemutih dinilai cukup membantu memberikan nutrisi sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri.

Meski efektivitasnya tidak sekuat produk komersial, Lalicata menyebut larutan buatan sendiri tetap dapat memperpanjang usia bunga potong.

Cara membuat pupuk bunga di rumah

Resep pupuk bunga rumahan ini sangat sederhana dan hanya membutuhkan tiga bahan, yaitu:

  • 2 sendok makan air lemon
  • 1 sendok makan gula
  • Air secukupnya untuk satu vas besar

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair Terbaik untuk Tanaman

Campurkan air lemon dan gula ke dalam vas berisi air, kemudian aduk sehingga larut. Pupuk bunga pun siap digunakan.

Dalam kondisi tertentu, beberapa tetes pemutih juga bisa ditambahkan sebagai alternatif untuk menghambat pertumbuhan bakteri di dalam air vas.

Tips agar bunga potong lebih awet

Selain menambahkan pupuk bunga, ada beberapa langkah perawatan lain yang disarankan agar bunga potong bertahan lebih lama:

  • Potong batang bunga dengan sudut miring agar penyerapan air lebih maksimal.
  • Ganti air vas secara rutin, idealnya setiap hari.
  • Tambahkan kembali nutrisi bunga setiap dua atau tiga hari.
  • Letakkan bunga di tempat sejuk, jauh dari sinar matahari langsung dan embusan angin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau