Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Mencegah Pakaian Lecek Saat Dijemur di Luar Ruangan

Kompas.com, 11 Februari 2026, 16:30 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjemur pakaian di udara atau di luar ruangan menjadi pilihan yang banyak dilakukan untuk mengeringkan cucian. 

Selain hemat listrik dan menjaga lingkungan hidup, metode ini dianggap lebih aman untuk bahan pakaian tertentu, terutama bahan halus yang mudah rusak jika dikeringkan dengan mesin pengering

Baca juga: 5 Cara Ampuh Hilangkan Noda Deodoran pada Pakaian Tanpa Ribet

Namun, menjemur pakaian di udara sering kali membuat pakaian atau kain menjadi kaku dan lecek setelah kering. Untungnya, hal ini dapat dicegah dengan mudah. 

Dikutip dari Southern Living, Rabu (11/2/2026), berikut sejumlah cara mencegah pakaian lecek saat dijemur di luar ruangan. 

Bersihkan mesin cuci 

Ilustrasi menjemur pakaian di luar ruangan.SHUTTERSTOCK/NEDNAPA Ilustrasi menjemur pakaian di luar ruangan.
Seiring waktu, tabung mesin cuci dapat menumpuk berbagai residu, seperti sisa detergen, mineral air, noda, dan kotoran tubuh.

Residu ini dapat menempel pada pakaian atau kain yang cuci serta membuatnya terasa kaku. 

Masalah ini sering kali terjadi pada mesin cuci bukaan depan dan mesin cuci bukaan atas yang menggunakan air lebih sedikit dalam setiap siklus pencucian pada tahap bilas akhir. 

Sebagian besar produsen merekomendasikan membersihkan mesin cuci setiap 30 kali pencucian. Namun, jika kamu memiliki cucian yang sangat bernoda atau benar-benar kotor, bersihkan mesin cuci lebih sering. 

Baca juga: 4 Dampak Buruk Menjemur Pakaian di Luar Ruangan 

Gunakan detergen lebih sedikit 

Baik mencuci menggunakan mesin cuci maupun secara manual atau tangan, hindari penggunaan detergen secara berlebihan, terutama saat mencuci sweater atau pakaian berbahan halus.

Penggunaan detergen cucian berlebihan dapat menyebabkan residu yang membuat serat pakaian terasa kaku.

Karena itu, pastikan mengukur detergen cair atau bubuk dengan hati-hati atau gunakan detergen kapsul. Sesuaikan jumlah detergen yang akan ditambahkan berdasarkan ukuran cucian. 

Tambahkan cuka pada bilasan terakhir

Selanjutnya, cara mencegah pakaian lecek saat dijemur di luar ruangan adalah menambahkan cuka pada bilasan terakhir. 

Kandungan asam asetat dalam cuka dapat membantu memecah ikatan antara detergen dan residu pada serat kain. 

Residu akan lebih mudah terbilas pada siklus pembilasan. Untuk satu muatan cucian penuh, kamu dapat menambahkan 240-250 mililiter cuka ke dispenser pelembut kain. 

Jika mencuci dengan tangan, cobalah menambahkan dua sendok makan cuka ke air bilasan terakhir. 

Baca juga: 5 Manfaat Menjemur Pakaian di Luar Ruangan

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau