Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal, Ini Suhu Air yang Tepat untuk Mencuci Pakaian Putih

Kompas.com, 11 Februari 2026, 23:05 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Mencuci pakaian bukan sekadar memisahkan warna putih dan berwarna.

Suhu air yang digunakan juga berperan penting dalam menjaga kualitas kain agar tetap cerah dan awet.

Banyak orang masih bingung, apakah pakaian putih harus selalu dicuci dengan air panas dan pakaian berwarna dengan air dingin?

Secara umum, pakaian putih memang dianjurkan dicuci dengan air hangat, sedangkan pakaian berwarna sebaiknya menggunakan air dingin. Namun, para ahli menyebut aturan ini tidak selalu mutlak.

Dilansir dari Martha Stewart, berikut ini penjelasan mengapa suhu air sangat penting dalam proses mencuci pakaian serta cara mencuci pakaian putih dan berwarna yang benar.

Baca juga: Biar Tidak Rusak, Begini Cara Mencuci Pakaian Olahraga yang Benar

Mengapa suhu air penting saat mencuci?

Pemilihan suhu air menentukan seberapa kuat proses pembersihan bekerja pada serat kain. Gwen Whiting, salah satu pendiri The Laundress, menjelaskan bahwa suhu air memengaruhi efektivitas pencucian sekaligus risiko kerusakan kain.

“Suhu air yang tepat membantu membersihkan pakaian secara maksimal dan mengurangi kemungkinan warna luntur, kain melar, atau serat rusak,” kata Whiting.

Karena itu, setiap jenis kain membutuhkan perlakuan berbeda agar tetap terlihat baru meski sering dicuci.

Cara mencuci pakaian putih yang benar

Selama ini, banyak orang mengira pakaian putih harus selalu dicuci dengan air panas. Padahal, tidak semua bahan cocok dengan suhu tinggi, karena bisa menyebabkan kain menyusut dan melemah.

Baca juga: Deterjen Cair, Bubuk, Pods, atau Lembaran: Mana yang Terbaik untuk Mencuci?

Berikut beberapa panduan mencuci pakaian putih:

Gunakan air suam-suam kuku

Cheryl Nelson, pakar gaya hidup dan perawatan pakaian, menyarankan mencuci kain putih dengan air bersuhu sekitar 32-43 derajat Celsius.

Air yang terlalu dingin atau bersuhu lebih rendah daripada itu tidak cukup efektif untuk membersihkan noda dan minyak tubuh.

Pilih air hangat, bukan panas

Menurut Lindsey Boyd, salah satu pendiri The Laundress, air hangat dapat mengangkat kotoran dan noda tanpa terlalu berisiko menyebabkan penyusutan.

Air panas bisa membuat kain langsung menyusut maksimal dalam satu kali cuci, sedangkan air hangat menyusutkan kain secara bertahap.

Baca juga: 5 Tips Mencuci Kaos Kaki Putih, Bersih Tanpa Pemutih

Gunakan mode pencucian lembut

Mencuci pakaian putih dengan siklus lembut membantu membersihkan secara menyeluruh tanpa merusak serat kain, terutama jika dicuci bersama pakaian dengan warna senada.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau