Penulis
KOMPAS.com - Obesitas pada kucing bukan masalah sepele. Berat badan berlebih pada kucing dapat memicu berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit jantung.
Menurut informasi yang dirangkum dari PetMD, ada beberapa ras kucing yang secara alami lebih berisiko mengalami obesitas. Faktor gaya hidup yang cenderung santai, metabolisme tubuh, hingga kebiasaan makan menjadi pemicunya.
Ilustrasi kucing Persia. Berikut adalah beberapa ras kucing yang mudah obesitas:
Kucing Persia dikenal kalem dan gemar menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan bermain. Aktivitas fisik yang minim membuat ras ini mudah mengalami kenaikan berat badan.
Baca juga: 8 Ras Kucing Abu-abu dan Putih yang Menawan
Untuk menjaga bobot tubuhnya, pemilik disarankan menyediakan mainan interaktif, tiang garukan, dan pohon kucing agar kucing tetap bergerak.
Hal ini penting karena kucing Persia juga rentan mengalami sindrom saluran napas brakiosefalika, yang bisa makin parah jika berat badannya berlebih.
Tubuh kucing Manx yang kekar membuat kenaikan berat badan kerap tidak langsung terlihat. Namun, jika jarang bergerak dan terlalu sering diberi camilan, obesitas bisa terjadi.
Untungnya, Manx memiliki naluri berburu yang kuat. Mainan berbentuk tikus atau permainan kejar-kejaran bisa memancingnya untuk lebih aktif. Bahkan, beberapa Manx bisa dilatih berjalan menggunakan tali sebagai alternatif olahraga.
Baca juga: 8 Ras Kucing Berwajah Datar yang Menggemaskan, Ada Persia dan Himalaya
British shorthair terkenal dengan tubuh besar dan kebiasaan santai. Beratnya bisa mencapai lebih dari kg jika tidak dikontrol.
Ras ini juga berisiko mengalami kardiomiopati hipertrofik, yaitu penyakit jantung yang dapat diperburuk oleh obesitas. Maka dari itu, penting untuk membatasi waktu tidur pasif dan mengajaknya bermain menggunakan tongkat bulu atau laser pointer.
Meski dikenal aktif dan ceria, American shorthair tetap berpotensi mengalami obesitas, jika lingkungan rumah kurang menstimulasi gerak.
Pemilik bisa menyiasatinya dengan menyediakan rak dinding, pohon kucing, atau area memanjat agar kucing sering melompat. Pola makan seimbang juga penting karena ras ini memiliki risiko penyakit jantung serupa British shorthair.
Baca juga: 6 Ras Kucing Tutul yang Eksotis dan Unik
Dengan wajah bulat dan ekspresi menggemaskan, Exotic Shorthair sering membuat pemilik “tak tega” menolak camilan tambahan. Padahal, ras ini cukup mudah gemuk, jika asupan makan tidak dikontrol.
Walau cenderung aktif, Exotic shorthair tetap membutuhkan stimulasi berupa mainan interaktif dan area bermain vertikal. Sama seperti Persia, ras kucing ini juga berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat struktur wajahnya.
RagaMuffin dikenal sebagai kucing manja yang gemar bermalas-malasan. Kebiasaan ini bisa memicu kenaikan berat badan jika tidak diimbangi aktivitas fisik.
Selain itu, ras ini rentan mengalami radang sendi lebih dini. Oleh karena itu, latihan ringan seperti bermain rutin atau pelatihan clicker dapat membantu menjaga berat badan sekaligus kesehatan sendinya.
Baca juga: Ini 12 Ras Kucing yang Berumur Paling Panjang
Birman adalah kucing penyayang yang senang duduk di pangkuan pemiliknya. Meski begitu, kucing ini sebenarnya memiliki naluri memanjat yang kuat.
Dengan menyediakan pohon kucing tinggi, rak, dan tempat bertengger, pemilik bisa mendorong Birman untuk lebih aktif bergerak dan tidak hanya menghabiskan waktu untuk bersantai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang