Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sudah Dicuci Bersih, tapi Pakaian Masih Bau Apak? Ini Penyebabnya

Kompas.com, 18 Februari 2026, 15:24 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mengenakan pakaian yang harum dan segar setelah dicuci tentu memberi kenyamanan. 

Sayangnya, pakaian atau kain yang habis dicuci terkadang dapat berbau apak meski sudah diberi pelembut atau pewangi. 

Baca juga: Biar Tidak Rusak, Begini Cara Mencuci Pakaian Olahraga yang Benar

Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, seperti beban cucian yang terlalu banyak dan abai dengan perawatan pakaian.

Dikutip dari Southern Living, Rabu (18/2/2026), berikut sejumlah penyebab pakaian berbau apak setelah dicuci dan cara mengatasinya.

Mengabaikan kebersihan mesin cuci

Ilustrasi membersihkan mesin cuci.SHUTTERSTOCK/FUSS SERGEY Ilustrasi membersihkan mesin cuci.
Kebersihan mesin cuci menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan karena dapat mempengaruhi hasil cucian.

“Bagian dalam mesin cuci, seperti tabung, selang, dan pompa tempat air, dapat menahan sisa detergen, pelembut, dan kotoran karena air tidak sepenuhnya dikeluarkan dari mesin cuci setelah siklus selesai,” jelas Mary Gagliardi, ilmuwan dan ahli kebersihan di Clorox--perusahaan produsen produk kebersihan dan disinfektan asal Amerika Serikat.

Kamu dapat mengatasi masalah tersebut dengan melakukan pembersihan rutin pada mesin cuci.

Morgan LaLonde, Manager Brand laundry di Whirlpool, menyarankan membersihkan mesin cuci sebulan sekali atau setiap 30 siklus pencucian.  

Baca juga: Berapa Lama Cucian Basah Boleh Dibiarkan di Mesin Cuci? Ini Dampaknya

Kamu dapat membersihkannya dengan menjalankan siklus pembersihan pada mesin cuci kosong dan menambahkan pemutih, tablet detergen mesin cuci, atau baking soda. 

Pencucian menggunakan pemutih dapat menjaga kesegaran cucian, seperti pakaian, handuk, kaus kaki, serbet, dan seprai, serta kemeja. 

Selain itu, kamu dapat melihat manual mesin cuci untuk mengetahui tindakan terbaik untuk mesin cuci. 

“Jika kamu menyadari cucian di rumah tampak tidak sebersih biasanya dan mengeluarkan bau tidak menyenangkan, itu pertanda kamu perlu membersihkannya,” kata LaLonde. 

Tidak mengubah suhu air

Selanjutnya, penyebab pakaian berbau apak setelah dicuci adalah tidak mengubag suhu air yang digunakan. 

“Jika kamu biasanya mencuci dengan air dingin, cobalah mempertimbangkan menggunakan air hangat atau panas sesekali. Panas dapat membantu memperlambat penumpukan kotoran dan detergen serta membunuh bakteri penyebab bau,” ucap LaLonde. 

Baca juga: 5 Bahan yang Membuat Cucian Jadi Lebih Wangi dan Bebas Apak 

Mesin cuci kelebihan beban 

Ilustrasi mencuci pakaian berwarna.Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi mencuci pakaian berwarna.
Kelebihan beban dapat menjadi salah satu penyebab cucian berbau tidak sedap karena dapat mengganggu proses penggilingan selama mencuci pakaian

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau