Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Segera Singkirkan 6 Barang Ini dari Bawah Wastafel Dapur

Kompas.com, 21 Februari 2026, 10:20 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Area di bawah wastafel dapur sering dianggap sebagai ruang serbaguna. Banyak orang mengisinya dengan apa saja, mulai dari cairan pembersih, handuk dapur, hingga stok belanja bulanan.

Padahal, area ini termasuk salah satu titik paling berisiko di dapur karena adanya pipa air, kelembapan tinggi, dan potensi kebocoran yang sulit terdeteksi.

Jika tidak ditata dengan tepat, area bawah wastafel bisa berubah menjadi sumber masalah, mulai dari barang rusak, jamur, hingga risiko keamanan. 

Barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel dapur 

Ilustrasi lemari bawah wastafel dapur.Shutterstock/New Africa Ilustrasi lemari bawah wastafel dapur.

Dilansir dari Real Simple, berikut adalah sejumlah barang yang harus segera disingkirkan dari bawah wastafel dapur:

Baca juga: Saringan Wastafel Dapur Sarang Bakteri, Begini Cara Membersihkannya

Stok barang-barang 

Stok sabun cuci piring, tablet pencuci, atau kantong sampah dalam jumlah banyak sebaiknya tidak ditumpuk di bawah wastafel. Ruang ini idealnya hanya diisi barang yang sering digunakan. 

Persediaan cadangan lebih aman disimpan di gudang atau lemari khusus agar tidak membuat area ini penuh dan sulit diakses.

Bahan kimia kera

Pembersih berkadar tinggi seperti pemutih, cairan pembersih oven, atau bahan kimia korosif lainnya sebaiknya disimpan terpisah, terutama jika ada anak kecil di rumah. Selain berbahaya jika bocor, bahan ini juga sebaiknya dijauhkan dari produk sehari-hari.

Produk mudah terbakar

Cat, thinner, cairan pelarut, hingga kain berminyak bekas poles furnitur tidak cocok berada di dapur. Produk semacam ini berisiko memicu kebakaran dan lebih aman disimpan di garasi atau ruang penyimpanan khusus dengan sirkulasi udara yang baik.

Baca juga: Jangan Buang Sisa Sayuran Ini ke Mesin Penghancur Sampah Wastafel

Lap dapur dan kantong kertas

Menyimpan handuk atau kantong kertas di bawah wastafel memang terasa praktis, tetapi kebocoran kecil saja bisa langsung merusaknya. Kelembapan juga memicu bau apek dan jamur. 

Lemari kering atau rak tertutup adalah pilihan yang lebih aman untuk menyimpan lap dapur.

Makanan hewan peliharaan

Area bawah wastafel cenderung lembap dan berisiko terkontaminasi bahan pembersih. Kondisi ini bisa membuat makanan hewan berjamur atau tercemar zat kimia tanpa disadari.

Peralatan elektronik kecil

Vacuum mini, blender, atau alat dapur elektronik lainnya sebaiknya tidak disimpan di sini. Air dan kelembapan dapat merusak komponen internal dan memperpendek usia pakainya.

Baca juga: Ini Alasan Piring Kotor Tidak Boleh Ditinggal di Wastafel Semalaman

Barang yang boleh disimpan di bawah wastafel dapur 

Sementara itu, berikut adalah beberapa barang yang aman disimpan di bawah wastafel dapur:

Alas penyerap air

Menggunakan alas khusus di dasar area bawah wastafel bisa melindungi dari kerusakan akibat tetesan air. Alas ini juga membantu mendeteksi kebocoran sejak dini sebelum menjadi masalah besar.

Produk pembersih dapur

Cairan pencuci piring, cuka pembersih, spons, sikat, dan alat gosok adalah barang yang paling aman disimpan di bawah wastafel karena sering digunakan. Pastikan spons dan sikat diganti secara berkala karena termasuk benda paling kotor di dapur.

Baca juga: Jangan Buang Air Mendidih ke Wastafel Dapur, Ini Bahayanya!

Alat pemadam api kecil

Memiliki alat pemadam api berukuran ringkas di dapur bisa menjadi langkah antisipasi jika terjadi kebakaran minyak. Pastikan alat ini mudah dijangkau dan masih dalam masa pakai.

Alat darurat saluran air

Peralatan khusus untuk mengatasi saluran mampet sebaiknya disimpan di bawah wastafel. Meski jarang dipakai, alat ini sangat dibutuhkan saat darurat dan sering kali mudah hilang jika tidak punya tempat khusus untuk menyimpannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau