Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Memupuk Tanaman Sirih Gading dengan Ampas Kopi, Daun Jadi Rimbun

Kompas.com, 21 Februari 2026, 03:45 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Meski dikenal mudah dirawat, sirih gading tetap membutuhkan nutrisi yang cukup agar pertumbuhannya optimal dan daunnya tetap lebat.

Bahant rumah tangga seperti ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai tambahan nutrisi alami untuk tanaman hias, termasuk sirih gading

Dengan penggunaan yang tepat, ampas kopi dapat membantu meningkatkan kesehatan tanaman tanpa perlu pupuk kimia berlebihan.

Manfaat ampas kopi untuk sirih gading 

Ilustrasi ampas kopi.SHUTTERSTOCK/Monthira Ilustrasi ampas kopi.

Ampas kopi bekas mengandung nitrogen, unsur hara penting yang berperan besar dalam pertumbuhan daun. Dilansir dari Martha Stewart nitrogen membantu tanaman berdaun seperti sirih gading menghasilkan pertumbuhan yang lebih rimbun, warna daun lebih hijau, dan batang yang kuat.

Baca juga: 7 Keunggulan Tanaman Sirih Gading, Bisa Membersihkan Udara

Selain nitrogen, ampas kopi juga mengandung mikronutrien lain seperti kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium. Kandungan ini berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan media tanam menahan air, serta mendukung pertumbuhan akar yang sehat. 

Kondisi akar yang baik akan membuat sirih gading lebih tahan terhadap stres lingkungan, serangan hama, dan penyakit.

Ampas kopi bekerja sebagai pupuk lepas lambat ketika dicampurkan ke lapisan atas tanah. Nutrisi dilepaskan secara bertahap sehingga aman bagi tanaman dan tidak menimbulkan efek “terbakar” seperti yang dapat terjadi pada pupuk kimia dengan dosis tinggi.

Cara menggunakan ampas kopi kering 

Langkah pertama adalah memastikan ampas kopi benar-benar kering. Sebarkan ampas kopi bekas di atas loyang atau kertas, lalu biarkan mengering selama beberapa hari. Ampas kopi yang kering mencegah penggumpalan dan risiko jamur.

Baca juga: Bawa Energi Positif, Ini 4 Tempat Terbaik Menempatkan Sirih Gading

Setelah kering, taburkan ampas kopi secara sangat tipis di permukaan tanah, hampir seperti menabur bedak.

Hindari menaburkan langsung ke batang tanaman. Jika ingin nutrisi lebih merata, campurkan sedikit ampas kopi ke beberapa sentimeter lapisan atas media tanam.

Cara membuat pupuk cair dari ampas kopi 

Pupuk cair dari ampas kopi dibuat dengan mencampurkan sekitar setengah cangkir ampas kopi bekas ke dalam empat liter air. 

Diamkan campuran ini selama 24 jam agar nutrisi larut ke dalam air. Setelah itu, saring hingga tidak ada ampas padat yang tersisa.

Baca juga: Cara Menyiram Tanaman Sirih Gading yang Benar agar Daunnya Rimbun

Larutan ini digunakan untuk menyiram tanah di sekitar sirih gading, bukan daunnya. Penyiraman dengan pupuk cair cukup dilakukan dua minggu sekali agar tanaman mendapatkan nutrisi tambahan tanpa risiko kelebihan pupuk.

Waktu terbaik memupuk sirih gading dengan ampas kopi 

Penggunaan ampas kopi untuk sirih gading sebaiknya dilakukan secukupnya. Aplikasi idealnya hanya setiap dua hingga empat bulan sekali. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau