Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ciri Tanah Subur dan Berkualitas Tinggi untuk Dijadikan Kebun

Kompas.com, 25 Februari 2026, 18:20 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tanpa tanah yang subur dan berkualitas tinggi, tanaman sulit tumbuh optimal meskipun sudah diberi pupuk dan perawatan rutin.

Baik untuk kebun sayur, kebun buah, kebun bunga, maupun halaman rumput, mengetahui ciri tanah yang subur akan membantu kamu mengambil tindakan yang tepat sebelum mulai menanam.

Ciri-ciri tanah subur

Ilustrasi tanah tanaman.PIXABAY/planet_fox Ilustrasi tanah tanaman.

Dilansir dari The Spruce, berikut adalah beberapa ciri tanah subur dan berkualitas tinggi untuk kebun.

Drainase baik dan bisa menyimpan air

Salah satu ciri terpenting tanah subur adalah kemampuan drainase yang baik tanpa membuat tanah cepat kering. 

Baca juga: 9 Tanaman Hias yang Dapat Tumbuh Subur Tanpa Tanah

Tanah terdiri dari tiga partikel utama, yaitu pasir, lumpur, dan lempung. Perbandingan ketiganya menentukan seberapa cepat air mengalir dan bertahan di dalam tanah.

Tanah yang ideal disebut tanah lempung, dengan komposisi seimbang antara pasir, lumpur, dan lempung. Jenis tanah ini mampu menahan air cukup lama agar akar menyerap nutrisi, sekaligus membuang kelebihan air sehingga akar tidak membusuk. 

Cara sederhana untuk mengujinya adalah dengan menggenggam segenggam tanah lembap. Jika tanah mempertahankan bentuknya namun mudah hancur saat ditekan, besar kemungkinan strukturnya mendekati ideal.

Struktur tanah gembur

Tanah subur memiliki struktur agregat yang baik, artinya partikel-partikelnya menyatu membentuk gumpalan kecil yang berpori. Struktur ini membuat tanah terasa gembur, ringan, dan mudah diolah saat ditanam atau dicangkul.

Baca juga: Jenis Tanah Terbaik untuk Menanam Tomat agar Berbuah Lebat

Sebaliknya, tanah yang padat biasanya membentuk lapisan keras dan pipih sehingga akar sulit menembus ke dalam. Tanah padat juga menghambat aliran udara dan air. 

Tanah dengan struktur yang baik memungkinkan akar tumbuh lebih dalam, mikroorganisme hidup lebih aktif, serta meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman.

Berwarna gelap

Warna tanah sering menjadi indikator visual kualitasnya. Tanah subur umumnya berwarna cokelat tua hingga kehitaman. 

Warna gelap menandakan kandungan bahan organik yang tinggi, berasal dari sisa tumbuhan dan hewan yang terurai secara alami.

Baca juga: Seberapa Sering Harus Mengganti Tanah Tanaman? Ini Caranya

Bahan organik berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah karena membantu menyimpan air, menyediakan nutrisi, dan memperbaiki struktur tanah. Untuk tanaman pangan, tanah yang produktif biasanya mengandung sekitar 3-6 persen bahan organik.

Semakin kaya bahan organik, semakin besar kemampuan tanah mendukung pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau