Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Aturan Mencuci Pakaian yang Benar agar Lebih Bersih dan Harum

Kompas.com, 2 Maret 2026, 22:13 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Mencuci pakaian seharusnya membuat kain kembali bersih, segar, dan bebas bau. 

Namun, tak jarang hasil cucian justru mengecewakan, seperti noda yang masih ada, pakaian tetap kusut, bahkan cepat rusak. 

Baca juga: 7 Mitos Mencuci Pakaian yang Bikin Kain Cepat Rusak, Jangan Dipercaya 

Tanpa disadari, masalah ini sering berawal dari kebiasaan mencuci yang keliru, seperti mengabaikan label pakaian hingga salah memilih cara pengeringan.

Padahal, dengan langkah sederhana dan aturan tepat, pakaian bisa bertahan lebih lama sekaligus tetap terlihat seperti baru.

Dikutip dari Real Simple, Senin (2/3/2026), berikut sejumlah aturan mencuci pakaian agar lebih bersih, segar, lembut, dan tahan lama. 

Bacalah label pakaian sebelum mencuci

Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.PIXABAY/_alicja_ Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.
Dengan memeriksa label pakaian, dapat mencegah risiko pakaian kusut dan rusak.

“Label perawatan memberikan petunjuk tentang pencucian, pemutihan, penyetrikaan, pengeringan, dan banyak lagi,” kata Frej Lewenhaupt, salah satu pendiri dan Kepala Petugas Produk Steamery. 

Sayangnya, keterangan pada label pakaian sering kali diasumsikan bahwa sebagian besar pakaian dapat dimasukkan ke mesin cuci dengan detergen biasa, lalu dikeringkan dengan mesin pengering. 

Meski cara ini berhasil, seiring waktu, akan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada pakaian, terutama untuk kain yang lebih halus, seperti sutra dan kasmir, dapat menyusut atau berubah bentuk jika tidak dirawat dengan benar. 

Baca juga: Jangan Asal, Ini Suhu Air yang Tepat untuk Mencuci Pakaian Putih

Jangan mencuci pakaian berlabel "hanya cuci kering"

Selanjutnya, aturan mencuci pakaian yang benar adalah jangan mencuci pakaian berlabel "hanya cuci kering". 

Mary Gagliardi, ilmuwan dan ahli kebersihan internal di Clorox, mengatakan label pakaian bertuliskan "hanya cuci kering" bukan tanpa alasan.

Kata "hanya" menandakan produsen telah menentukan jika metode perawatan lain akan merusak barang tersebut.

Namun, Gagliardi mengungkapkan ada satu pengecualian untuk aturan ini. “Cuci kering tanpa kata 'hanya', di sisi lain, berarti mencuci dengan tangan secara hati-hati mungkin dapat diterima.”

Jangan keringkan setiap pakaian begitu saja 

Sebagian besar dari kita cenderung langsung memindahkan semua cucian dari mesin cuci ke mesin pengering. 

Namun, menurut Lewenhaupt, beberapa pakaian aman dicuci dengan mesin, tetapi harus selalu dikeringkan di udara. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau