Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Wastafel Dapur dan Wastafel Kamar Mandi yang Jarang Disadari

Kompas.com, 8 Maret 2026, 23:46 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Wastafel merupakan salah satu perlengkapan penting di rumah, baik di dapur maupun kamar mandi.

Meski terlihat serupa, sebenarnya wastafel dapur dan wastafel kamar mandi memiliki perbedaan fungsi, desain, hingga ukuran.

Banyak orang menggunakan istilah "wastafel" dan "bak cuci" secara bergantian. Padahal, keduanya memiliki makna yang sedikit berbeda tergantung pada konteks penggunaannya.

Perbedaan wastafel dan bak cuci piring

Melansir Bathroom HQ, perbedaan wastafel dan kitchen sink (bak cuci piring) tentu saja terletak pada fungsinya.

Wastafel dapur dirancang untuk pekerjaan yang lebih berat, seperti mencuci piring, membersihkan bahan makanan, hingga menampung panci atau wajan besar. Karena itu, ukurannya biasanya lebih besar dan lebih dalam.

Baca juga: Wastafel Sering Mampet Gara-gara Rambut? Ini Cara Mengatasinya

Sementara itu, wastafel kamar mandi digunakan untuk aktivitas ringan seperti mencuci tangan, menyikat gigi, atau mencuci muka. Oleh karena itu, desainnya biasanya lebih kecil dan dangkal dibandingkan wastafel dapur.

Wastafel dapur juga memiliki mangkuk yang lebih dalam agar mampu menampung lebih banyak air serta memudahkan pencucian peralatan dapur berukuran besar.

Sebaliknya, wastafel kamar mandi dirancang lebih ringkas. Ukurannya yang lebih kecil membuatnya cocok ditempatkan di area kamar mandi yang umumnya memiliki ruang terbatas.

Perbedaan wastafel dan bak cuci piring lainnya

Karena digunakan untuk aktivitas berat, wastafel dapur biasanya dibuat dari bahan yang lebih kuat dan tahan lama.

Beberapa material yang umum digunakan antara lain baja tahan karat, komposit granit, atau keramik khusus yang tahan panas dan goresan.

Baca juga: 3 Hal Ini Sering Bikin Wastafel Mampet

Sementara itu, wastafel kamar mandi lebih menonjolkan sisi estetika. Bahan yang digunakan sering kali dipilih untuk menambah kesan dekoratif, seperti keramik, porselen, atau batu alam.

Wastafel dapur sering dilengkapi berbagai fitur tambahan untuk mendukung aktivitas memasak dan mencuci. Misalnya papan pengering, saringan, talenan, atau aksesori lain yang membantu proses menyiapkan makanan.

Sebaliknya, wastafel kamar mandi biasanya memiliki fitur yang lebih sederhana, seperti lubang luapan air (overflow) agar air tidak meluap jika keran dibiarkan menyala terlalu lama.

Perbedaan penyebutan

Perbedaan wastafel dan kitchen sink dalam penyebutannya juga kerap membingungkan. Kebingungan juga muncul karena perbedaan istilah di berbagai negara.

Di Inggris dan Australia, istilah "basin" biasanya digunakan untuk perlengkapan kamar mandi termasuk wastafel, sedangkan "sink" lebih sering merujuk pada wastafel dapur atau ruang cuci.

Sementara di Amerika Serikat, kata "sink" bisa digunakan untuk keduanya, baik wastafel di dapur maupun di kamar mandi. Hal ini membuat banyak orang menganggap semua perlengkapan tersebut sama.

Baca juga: Jangan Buang Air Panas ke Wastafel, Ini Akibatnya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau