KOMPAS.com - Pot terakota atau tanah liat kerap menjadi pilihan favorit untuk menanam tanaman karena tampilannya yang natural sekaligus ramah lingkungan.
Namun, pot terakota memiliki karakteristik yang dapat merugikan tanaman jika tidak digunakan dengan tepat, di antaranya cepat menyerap air dan rentan retak dalam kondisi tertentu sehingga penggunaan pot terakota memerlukan perhatian ekstra.
Baca juga: 7 Cara Merawat Tanaman Bunga di Dalam Pot agar Tumbuh Subur
Selain itu, tanpa disadari, beberapa kesalahan sederhana dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan membuatnya kering dan mati.
Dikutip dari Martha Stewart, Selasa (17/3/2026), berikut beberapa kesalahan menggunakan pot terakota yang bikin tanaman cepat kering.
Ilustrasi pot tanah liat.“Penurunan kelembapan ini dapat memberi tekanan pada tanaman baru selama proses pemindahan. Karena itu, penting merendam pot baru dalam air sebelum digunakan untuk mencegah syok pada tanaman,” kata Adrian Aviles, pemilik Athletic Club Flower Shop.
Selanjutnya, kesalahan menggunakan pot terakota yang bikin tanaman cepat kering adalah tidak melapisi bagian dalam pot. Lapisan tersebut berfungsi mencegah media tanam dalam pot cepat mengering.
“Gunakan kantong plastik, pelapis kolam, atau kain lanskap untuk menjaga kelembapan tanah lebih lama,” ujar Angelika Zaber, spesialis perawatan rumput dan ahli berkebun dari Online Turf.
Baca juga: Cara Menanam Bawang Bombai di Pot agar Tumbuh Subur
Jika tidak ingin menggunakan kantong atau kain, sebagai pencegahan, gunakan plastik pada tanaman sebelum memasukannya ke pot terakota. Pastikan lapisan tersebut memiliki lubang drainase.
Beberapa tanaman membutuhkan tanah yang selalu lembap agar tumbuh subur.
“Salah satu kesalahan paling umum menggunakan pot terakota adalah menanam tanaman yang salah. Tanah liat yang tidak dilapisi glasir sangat berpori sehingga menyerap kelembapan langsung dari tanah," imbuh Chris Gravatt, pedagang perlengkapan berkebun di luar ruangan di The Home Depot.
Tanaman yang menyukai kelembapan, misalnya, pakis dapat cepat kering dan mengalami stres pada akarnya. Sebagai gantinya, tanam tanaman yang tahan kekeringan, seperti sukulen dan kaktus.
Selain itu, selalu periksa pot terakota, terutama saat cuaca sangat panas. Varietas tanaman yang tahan kekeringan pun membutuhkan lebih banyak air jika ditanam di pot terakota.
Baca juga: 5 Sayuran yang Dapat Ditanam di Pot Gantung, Cocok untuk Rumah Kecil
Pot terakota rentan retak pada suhu beku. Zaber menyarankan mencegahnya dengan memindahkan pot terakota ke dalam ruangan atau ke rumah kaca saat cuaca dingin atau emben beku.
“Lindungi pot dengan membungkusnya menggunakan plastik gelembung, karung goni, atau kain hortikultura,” imbuh Zaber