Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wahana Penjelajah Temukan Batu Berharga Mirip Ruby dan Safir di Mars

Kompas.com, 26 Maret 2026, 12:29 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Planet Mars kembali menyimpan kejutan. Kali ini, bukan soal air atau potensi kehidupan, melainkan sesuatu yang lebih berkilau: kristal-kristal kecil mirip batu permata, termasuk yang menyerupai ruby (mirah delima)—dan kemungkinan juga safir.

Penemuan ini berasal dari analisis data yang dikumpulkan oleh rover Perseverance milik NASA pada musim semi 2025. Tim peneliti internasional mempresentasikan hasilnya pada Lunar and Planetary Science Conference ke-57 di Texas, dan kini masih dalam proses peer review sebelum dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters.

Baca juga: Mengapa Banyak Kristal dan Bebatuan Berwarna Menarik?

Awal Penemuan: Batu “Aneh” di Kawah Kuno

Kisah ini dimulai ketika Perseverance—robot seukuran mobil kecil—menjelajahi tepi kawah tumbukan berusia sekitar 4 miliar tahun di Mars.

Di sana, rover menemukan kumpulan batu berwarna pucat yang tidak biasa, disebut sebagai float rocks—batu yang kemungkinan “tersesat” dari lokasi asalnya akibat tumbukan meteor, aktivitas geologi, atau aliran air di masa lalu.

Seperti biasa dalam eksplorasi ilmiah, batu-batu ini kemudian dianalisis menggunakan laser hijau SuperCam milik Perseverance. Laser ini memicu mineral untuk memancarkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu, yang kemudian digunakan untuk mengidentifikasi komposisi kimianya.

Hasilnya mengejutkan. Tiga batu menunjukkan tanda kuat keberadaan korundum, mineral yang menjadi bahan dasar ruby dan safir.

Lebih menarik lagi, ditemukan juga jejak unsur kromium, yang secara kimia identik dengan pembentuk warna merah pada ruby.

Namun, para ilmuwan masih berhati-hati.

“Jenis korundum ditentukan oleh komposisi kimianya. Meski dasarnya Al2O3, unsur kecil seperti kromium, titanium, dan besi bisa ikut hadir,” jelas Valerie Payré, ahli geologi planet dari University of Iowa.

Ia menambahkan: “Unsur-unsur tersebut yang memberi warna pada mineral. Namun kami belum bisa memastikan jumlah kromium atau keberadaan unsur lain, sehingga sulit menyimpulkan apakah ini benar-benar ruby atau jenis korundum lain seperti safir.”

Karena itu, tim peneliti memilih menyebutnya secara umum sebagai korundum, tanpa memastikan jenis pastinya.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kristal Baru dalam Debu Meteroit, Seperti Apa?

Apa Itu Korundum?

Korundum adalah mineral yang tersusun dari aluminium dan oksigen, dan termasuk salah satu bahan alami paling keras di Bumi—hampir setara dengan berlian.

Korundum murni tidak berwarna. Tapi bila ada campuran dengan kromium, maka ia menjadi ruby (merah), dan bila tercampur dengan besi/titanium, akan menjadi safir (biru)

Namun di Mars, kristal ini sangat kecil—diameternya kurang dari 0,2 milimeter. Artinya, belum cukup untuk dijadikan “perhiasan Mars” dalam waktu dekat.

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Safir yang Tahan Gores, Anti Silau, dan Anti Kabut

Apakah Ada Ruby Besar di Mars?

Kemungkinan itu tetap terbuka.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau