Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KOI Apresiasi Perhatian Pemerintah Bantu Sukses Prestasi SEA Games 2025

Kompas.com, 23 Desember 2025, 04:14 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kontingen Indonesia sukses besar di gelaran SEA Games 2025 Thailand. Tim Merah Putih berhasil melampaui target medali yang dicanangkan dengan membawa pulang 91 emas, 112 perak, 130 perunggu.

Capaian tersebut tak hanya menempatkan Indonesia untuk pertama kalinya finis di peringkat kedua setelah tiga dekade tetapi juga menjadi perolehan medali terbanyak ketiga dalam ajang tandang SEA Games.

Disinggung sebelumnya, sukses ini tak lepas dari motivasi kuat yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Selain motivasi secara moril, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian secara materiil dengan meningkatkan nominal bonus kepada peraih emas yang jumlahnya mencapai dua kali lipat dari edisi sebelumnya.

Perhatian tersebut sukses memantik semangat juang para atlet untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Bendera Merah Putih di podium tertinggi.

Baca juga: Peningkatan Bonus Pacu Prestasi Tim Indonesia di SEA Games 2025

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Wijaya Noeradi, mengatakan perhatian Presiden Prabowo tersebut mampu menambah motivasi dan mental bertanding atlet.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang tak pernah putus memberikan dukungan dan perhatian kepada para atlet sejak mulai pelepasan sampai saat berlangsungnya SEA Games," tutur Wijaya dalam keterangan resmi Kemenpora, Senin (22/12/2025).

"Bapak Presiden juga sempat menyampaikan salam kepada para atlet melalui Bapak Menpora Erick Thohir."

"Motivasi dan kepedulian Pak Presiden ini betul-betul melecut semangat mereka untuk tampil habis-habisan di arena, dan terbukti raihan medali emas kita melampaui target,” tambahnya.

Baca juga: Cerita Aldila Sutjiadi/Janice Tjen soal Insiden Lagu Indonesia Raya Mati di SEA Games 2025

Selanjutnya, prestasi ini bakal menjadi tolok ukur bagi pemerintah melalui Kemenpora untuk menerapkan evaluasi dalam pengiriman atlet ke depannya.

Termasuk menentukan promosi dan degradasi dalam daftar 21 cabang olahraga unggulan yang tengah disusun oleh Kemenpora.

Setelah ini, agenda multievent terdekat adalah Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang akan berlangsung pada September 2026.

Selain itu, para atlet juga akan menjalani sejumlah kejuaraan sebagai persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. 

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau