Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Anak Buruh Pabrik Raih Emas SEA Games dan Berkarier di Eropa

Kompas.com, 24 Desember 2025, 19:31 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - SEA Games 2025 Thailand telah tuntas digelar pada 20 Desember lalu. Namun, kisah para atlet yang terlibat di dalamnya masih sangat menarik untuk dibahas.

Salah satunya hadir dari pemain Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia, Adi Darmawan Leksono.

Cerita Adi menarik untuk diulas lantaran dia menjadi anggota tim yang sukses mengantarkan Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia mempertahankan medali emas SEA Games pada edisi 2025 ini setelah sebelumnya juga menjadi juara pada SEA Games 2023 Kamboja.

Jauh sebelum berkarier di timnas, Adi menceritakan awal perkenalannya dengan olahraga ini.

Dia mengenal hoki melalui Kusnadi, seorang guru olahraga di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Banten. 

"Saya pertama kali punya stik dari pemberian Pak Kusnadi. Saya baru punya stik sendiri dari hasil mengumpulkan uang jajan. Dan, saya menggunakan stik tersebut hingga masuk kuliah gratis dari jalur prestasi," ujar Adi dalam keterangan resmi PP FHI di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Awalnya, kedua orang tua Adi sempat meragukan kemampuan anaknya bermain hoki. Namun, Adi bisa membuktikan dengan prestasi lewat kerja kerasnya dalam berlatih.

"First time menekuni olahraga hoki awalnya orang tua bilang itu olahraga apa dan bisa apa tidak kamu mainnya? Seperti ayah dan ibu tidak percaya dan meragukan makanya saya terus berusaha dan berlatih sungguh-sungguh," kata Adi.

Meraih Prestasi Hingga Tembus Timnas Hoki

Kesungguhan itu ternyata berbuah manis. Pria kelahiran Jakarta, 22 April 1999 ini perlahan meraih prestasi di daerah, provinsi hingga menembus Timnas Hoki Indoor Indonesia saat berada di bangku kuliah. 

Baca juga: Apresiasi KOI ke Atlet Indonesia Usai Lampaui Target di SEA Games 2025

Sejak saat itu, kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh dan mendoakan agar dirinya bisa mencapai prestasi tertinggi.

Berkat dukungan dari keluarga dan ketekunannya di olahraga ini, Adi pun mendapatkan kesempatan untuk dipanggil mengikuti pelatnas Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2019 Filipina.

Namun, saat itu dia tidak terpilih membela Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia.

"Saya anggap bukan rezeki apalagi saat itu kondisi keuangan saya tidak mendukung buat mengurus biaya paspor dan visa untuk berangkat ke Eropa menjalani Training Camp," jelas Adi.

Kegagalan tersebut tak membuat anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Budi Leksono dan Ida Munawaroh ini menyerah. 

Adi kembali mendapat tempat untuk latihan persiapan Kejuaraan Hoki Asia Cup 2021. 

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau