Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Kota Malang, Zee Menaklukkan Papan Skate SEA Games 2025

Kompas.com, 2 Januari 2026, 21:53 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Langkah Zeefara Mahika Darmawan mungkin masih ringan sebagai seorang remaja, tetapi lintasan hidupnya sudah melaju jauh melampaui banyak atlet seusianya.

Berangkat dari skate park sederhana di Kota Malang, Jawa Timur, Zeefara Mahika Darmawan kini telah mencicipi panggung multievent terbesar di Asia Tenggara yaitu SEA Games 2025 Thailand.

Baginya, keikutsertaan di ajang olahraga yang diselenggarakan dua tahun sekali itu bukan sekadar debut internasional bersama timnas Indonesia.

Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi jawaban atas mimpi lama yang dulu terasa nyaris mustahil.

“Iya. Pertama banget saya ikut SEA Games dan pertama kali juga membawa nama Indonesia di ajang multievent,” ujarnya kepada Kompas.com.

Ia memang belum pulang dengan medali karena finis di posisi keempat.

Namun, momen berdiri membawa nama Merah Putih justru menghadirkan ketenangan yang tidak diduga sebelumnya.

“Ngerasanya sama, bahkan lebih tenang yang di SEA Games ini. Nggak tahu, bawaannya santai aja. Ya sudah, main tenang aja gitu,” kata skateboarder yang biasa disapa Zee itu. 

Menurutnya, tekanan justru lebih besar dirasakan saat berlaga di level internasional lain yang pernah diikutinya. 

“Iya, soalnya lawannya lebih susah di world skate dibanding SEA Games. Kalau SEA Games kan antarnegara Asia saja,” imbuhnya.

Latihan Panjang di Balik Ketegangan yang Tenang

Ketenangan itu tentu tidak datang begitu saja. Di baliknya, ada jam latihan panjang, disiplin ketat, dan pengorbanan besar. Ia menyadari, tampil di ajang multievent menuntut persiapan yang matang.

“Pasti latihan yang giat banget. Terus nyari-nyari trik baru yang keren biar bisa tampil bagus di SEA Games,” ucap Zeefara Mahika Darmawan.

Pemusatan latihan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ia bukan kali pertama menjalaninya. Pada tahun 2024, ia sudah lebih dulu merasakan dua bulan TC. Menjelang SEA Games, durasinya bahkan mencapai tujuh bulan.

Menariknya, adaptasi bukan menjadi masalah, sebab berkumpul bersama atlet dari berbagai daerah justru memperkaya pengalamannya.

“Sebenarnya sebelum TC juga sudah aku kenal semua. Jadi malah lebih seru karena bisa main bareng teman-teman dari kota lain yang jarang ketemu,” sambungnya.

Zeefara Mahika Darmawan salah satu Skateboarder asal Kota Malang yang tergabung dalam timnas Indonesia saat beraksi di SEA Games 2025 Thailand.Dokumentasi Pribadi Zeefara Mahika Darmawan salah satu Skateboarder asal Kota Malang yang tergabung dalam timnas Indonesia saat beraksi di SEA Games 2025 Thailand.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau