Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Rudy Eka Rasakan Hangat Lebaran di Arab Saudi bersama Diaspora

Kompas.com, 22 Maret 2026, 20:39 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan pulang, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Namun, bagi pelatih Indonesia Rudy Eka Priyambada, Lebaran tahun ini justru dijalani dengan situasi yang berbeda di Arab Saudi. Ia berada ribuan kilometer dari Tanah Air bersama tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan.

Rudy Eka Priyambada yang kini menjadi pelatih Al Nassr Women itu mengaku perasaan pertama yang muncul saat Lebaran datang adalah sedih.

“Karena tidak bisa Lebaran bersama keluarga. Apalagi situasinya seperti ini, jadi tidak memungkinkan untuk pulang,” ujar pelatih asal Jakarta itu kepada Kompas.com.

Baca juga: Kisah Pelatih Indonesia Rayakan Lebaran di Kirgistan, Tanpa Takbiran dan Ketupat

Keputusan untuk tidak mudik bukan tanpa alasan, karena ia berada di fase krusial bersama tim.

Sebab, kompetisi menyisakan tiga laga penting, termasuk partai final Saudi Cup yang digelar dengan sistem kandang dan tandang.

“Tanggung juga, tinggal satu setengah bulan lagi sudah selesai. Masih ada tiga pertandingan dan final,” imbuhnya.

Selain itu, faktor biaya perjalanan juga menjadi pertimbangan besar. Karena harga tiket pesawat melonjak drastis akibat konflik yang memanas di Timur Tengah (khususnya eskalasi antara Iran-Israel-AS) pada awal Maret 2026 lalu. Hal itu membuat rencana pulang semakin sulit diwujudkan.

“Biasanya sekitar lima juta rupiah, sekarang bisa sampai 40 juta. Jadi memang berat untuk pulang dalam waktu dekat,” kata Rudy Eka.

Baca juga: Beckham Putra Tunda Mudik Lebaran untuk Gabung Timnas Indonesia 

Apalagi, ia baru saja kembali dari Indonesia pada Desember 2025. Jarak waktu yang terlalu dekat membuat keputusan untuk tetap di Arab Saudi terasa lebih rasional.

Mengobati Rindu bersama Diaspora Indonesia

Tinggal di kawasan Timur Tengah yang dekat dengan dinamika geopolitik, memang menghadirkan kekhawatiran tersendiri. Ia pun tetap fokus menjalani rutinitasnya mempersiapkan tim untuk latihan dan pertandingan.

“Sejauh ini aman-aman saja. Hanya sempat khawatir soal penerbangan, karena harus lewat Jeddah. Dari Riyadh sempat ditutup,” ujar mantan pelatih Timnas Putri Indonesia itu.

Namun, di tengah jarak dan kesibukan, kehangatan Lebaran datang dari hal sederhana yaitu berkumpul dengan sesama orang Indonesia. Ia diundang oleh sesama WNI untuk berkumpul dan merayakan bersama.

Baca juga: Persebaya Evaluasi Performa Selama Ramadhan, Pemain Diminta Jaga Kondisi Selama Libur Lebaran

“Alhamdulillah diundang oleh Ibu Roni yang bekerja di Saudi Aramco. Kami kumpul orang Indonesia, makan bersama, ada sate juga,” kata Rudy Eka.

Suasana tersebut menjadi pelepas rindu dengan kebersamaan menghadirkan rasa “pulang” yang sempat hilang.

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau