Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dion Markx Ingin Realisasikan Ambisi Juara bersama Persib

Kompas.com, 29 Maret 2026, 10:41 WIB
Adil Nursalam,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemain keturunan Indonesia yang besar di Belanda, Dion Markx, berkesempatan juara bersama Persib Bandung di Super League 2025-2026. 

Dion Markx tak salah memutuskan gabung Persib di pertengahan musim, banyak pemain pengalaman berlabel Timnas Indonesia membuatnya bisa banyak belajar. 

Sisa sembilan pertandingan lagi, Persib terdepan soal perburuan gelar Liga Indonesia dengan koleksi 58 poin di atas Borneo FC Samarinda (54) dan Persija Jakarta (52). 

Dion Markx menyebutnya sebagai sembilan laga final yang perlu dimenangkan, ia senantiasa akan membantu tim asuhan Bojan Hodak jika kembali dipercaya bermain.

Baca juga: Reaksi Dion Markx Usai Debut dan Disulap Jadi Bek Kanan Persib Bandung

“Ya kami melihat setiap pertandingan sebagai final. Saya rasa, jika kami berkomitmen bersama, untuk kerja keras, kami akan memiliki kesempatan yang besar untuk menang,” ulas Markx. 

Pemain jebolan NEC Nijmegen di Eredivisie Belanda ini ingin fokus menatap laga demi laga dan menuntaskan musim dengan mengangkat trofi. 

Ia optimis bisa melakukannya, dengan pengalaman yang dimiliki Bojan Hodak sebagai pelatih kepala, dan pemain berkualitas macam Thom Haye, Layvin Kurzawa, Eliano Reijnder dan Beckham Putra. 

”Kami adalah tim sangat baik, sangat berkualitas. Kami hanya perlu menatap ke depan menghadapi sembilan laga tersisa, dan menuntaskan musim ini dengan baik,” harapnya. 

Baca juga: Alasan Bojan Hodak Baru Memberi Dion Markx Debut Bersama Persib 

Tekanan di Sisa Laga

Aksi bek naturalisasi Dion Markx yang direkrut Persib Bandung pada jendela transfer Super League 2025-2026, sudah mulai berlatih pada Senin (2/2/2026) di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).  KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Aksi bek naturalisasi Dion Markx yang direkrut Persib Bandung pada jendela transfer Super League 2025-2026, sudah mulai berlatih pada Senin (2/2/2026) di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Pemain 20 tahun ini tak ingin menganggap sembilan laga final tersebut sebagai tekanan, melainkan jadi bahan bakar motivasi. 

Ia yakin publik Bandung tengah menantikan Persib bisa merealisasikan hattrick juara untuk kembali ke gelaran AFC musim depan. 

“Saya rasa semuanya harus dihadapi dengan tetap tenang. Karena jika kami bisa melakukan apa yang sudah dilakukan sebelumnya, kami punya peluang juara di liga,” ulas Markx. 

“Jadi saya pikir tidak ada yang perlu ditakutkan oleh kami,” ujarnya. 

Baca juga: Alasan Dion Markx Tinggalkan Eropa demi Persib: Saya Tahu Betapa Besarnya Klub Ini

Kualitas Liga Indonesia

Liga Indonesia perlahan mulai dipandang di daratan Asia. Bagaimana mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG) Layvin Kurzawa hadir mewarnai kompetisi. 

Markx mengatakan Liga Indonesia punya kualitas yang bagus, ia juga punya beberapa rekan di Timnas yang tampil di kasta tertinggi, itu menarik baginya. 

“Bagus, saya sudah katakan sebelumnya dalam wawancara bahwa liga ini bagus,” sebut Markx. 

“Karena saya juga punya beberapa teman yang bermain di sini juga. Liganya bagus,” sambungnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau