Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
IdeAksi
IdeAksi adalah platform kolaboratif insan pelajar dan sivitas akademika untuk berbagi ide, menyalurkan inovasi, menunjukkan aksi nyata, serta merayakan prestasi. Di sinilah ruang generasi muda berkumpul, saling menginspirasi, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan.

Sinergi Kampus dan Generasi Muda: Bangun Ekonomi Lokal lewat Budidaya Lobster

Kompas.com, 8 November 2025, 11:00 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Editor Travel & Food

Penulis: Mimin Mintarsih ,S.H., M.H.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta

KOMPAS.com – Pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi wirausaha yang mandiri dan berperan aktif dalam mengembangkan perekonomian di daerahnya. Namun, sering terhambat oleh keterbatasan keterampilan dan pemahaman mengenai legalitas usaha.

Di tengah semangat pemberdayaan pemuda, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Islam Jakarta (UID) meluncurkan program “Sociopreneurship Budidaya Lobster Air Tawar Berbasis Legal Compliance” di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Program ini bertujuan menumbuhkan kemandirian ekonomi lokal melalui pelatihan teknis, manajerial, dan legalitas usaha bagi anggota Karang Taruna Wahana Bhakti, Sukahati – Cibinong.

Baca juga: Prabowo Ungkap Belajar 4 Jam Sehari, Sekarang Generasi Muda Dimudahkan Internet dan ChatGPT

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Mimin Mintarsih, dosen Fakultas Hukum UID, bersama dua dosen anggota tim, Edi Suhara (Fakultas Ekonomi UID) dan Farhana (Fakultas Hukum UID), serta dibantu dua mahasiswa Fakultas Hukum UID, Muhammad Daariel Safa dan Auliagrellkiss Haekhal Maghandre. Program ini menjadi wujud sinergi lintas bidang antara hukum dan ekonomi dalam mendorong wirausaha sosial (sociopreneurship) yang berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025, dengan pendanaan difokuskan pada pengadaan sarana IPTEK, penyusunan handbook, pelatihan, serta pendampingan legalitas usaha.

“Pemuda lokal punya potensi besar, tetapi sering terhambat oleh keterbatasan keterampilan dan legalitas usaha. Kami ingin mereka tidak hanya bisa membudidayakan, tapi juga memahami aspek hukum dan manajemen agar usaha mereka sah dan berdaya saing,” ujar Mimin Mintarsih, Ketua Tim Pengabdi.

Bermula dari kolam terpal

Melalui program ini, Tim Pengabdi menghadirkan empat inovasi utama: media budidaya lobster air tawar, handbook budidaya, template laporan keuangan usaha, dan sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB). Keempatnya dirancang sebagai satu sistem pemberdayaan yang saling terhubung.

Baca juga: Program Inovasi Anti Kesel: Ciptakan Ruang Aman Digital

Rangkaian pelaksanaan kegiatan dimulai pada 26 September 2025, melalui pelatihan teknis yang difasilitasi oleh ahli budidaya. Anggota Karang Taruna belajar langsung proses pembenihan, pembesaran, hingga panen lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) di kolam terpal.

Selain itu, Tim Pengabdi juga memberikan pendampingan praktik lapangan, pelatihan pembukuan sederhana, serta simulasi pendaftaran NIB melalui sistem OSS agar para pemuda memahami prosedur pendirian usaha yang legal.

Hasil awal menunjukkan peningkatan nyata: sebagian besar peserta telah mampu memelihara benih dengan survival rate di atas 70 persen dalam dua bulan pertama serta mampu menyusun laporan keuangan sederhana dengan format standar dari Tim Pengabdi.

Buka peluang bagi generasi muda

Ketua Karang Taruna Wahana Bhakti, Khomarudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka peluang baru bagi pemuda setempat.

“Bagi kami, ini bukan sekadar pelatihan, tapi awal dari perubahan. Selama ini kami hanya beraktivitas sosial, sekarang kami bisa mulai usaha produktif dengan cara yang legal. Tim pengabdi dari Universitas Islam Jakarta benar-benar mendampingi kami dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Salah satu peserta, Firman, juga mengungkapkan antusiasmenya.

Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Akan Diajarkan Wirausaha, Storytelling dan Personal Branding

“Awalnya kami hanya tahu budidaya ikan lele. Setelah pelatihan ini, kami belajar langsung cara memelihara lobster yang punya nilai jual lebih tinggi, bahkan tahu bagaimana mengurus izin usaha sendiri,” katanya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau